Ambon,Bedahnusantara.com: Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan konsensus yang ditetapkan pada peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2002, dengan membagi wilayah indonesia untuk dilewati oleh tiga jalur ALKI dengan adanya keputusan ilmu pada sidang Marine Safety Comitte ke-69.
![]() |
| Lanud Pattimura Terima 3 Pesawat Tempur F-16 |
Jalur ALKI menjadi sebuah representasi dari rumahnya wilayah perairan diberi sedikit nasional yang berkaitan erat dengan status Indonesia sebagai sebuah negara maritim.
Untuk itu,
Tiga pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi – Jawa Timur dikirim ke Ambon, Maluku.
Pesawat tempur milik TNI AU tersebut dikirim ke Ambon dalam rangka Operasi Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III dengan sandi Operasi Trisakti-20.
Ketiga pesawat tersebut take off dari home base Skadron Udara 3 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pukul 10.30 WIB dan tiba di Lanud Pattimura pada pukul 15.14 WIT.
Kedatangan F-16 ini dipimpin langsung Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Agus “Wolverine” Dwi Ariyanto dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Sapuan.
Komandan Lanud Pattimura, Kolonel PNB Sapuan kepada awak media dalam press konferencenya menjelaskan Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia III atau jalur ALKI III ini sendiri pada umumnya dibagi menjadi beberapa bagian.
Bagian selatan bercabang tiga menjadi ALKI III-A(sekitar perairan Laut Sawu, Kupang), ALKI III-B , ALKI III-C ( Sebelah timur timor leste). dan ALKI III-D (Sekitar perairan Aru).
“Jalur pada ALKI III-A difungsikan untuk pelayaran dari samudra pasifof melintasi perairan Maluku,Laut seram, laut Banda, selat Ombai, dan Laut Sawu. ALKI III – A sendiri mempunyai empat cabang, yaitu ALKI cabang III-B : untuk pelayaran dari samudra pasifik melintasi laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda dan Selat Leti ke samudera Hindia dan sebaliknya; ALKI cabang III -C : Untuk pelayaran Samudra Pasifik melintasi laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda ke laut Arafura dan sebaliknya; ALKI Cabang III – D untuk pelayaran dari samudera pasifik melintasi laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan laut Sawu ke samidra Hindia dan sebaliknya; ALKI Cabang III – E untuk pelayaran dari samudra hindia melintasi laut Sawu, selat Ombai, Laut Banda, Laut Seram dan Laut Maluku,”Jelas Sapuan.
Sapuan juga mengatakan, guna meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan keamanan dan kedaulatan bangsa Indonesia, maka TNI pada bulan maret 2020 ini khususnya di wilayah ALKI III, lewat komando tugas gabungan pengamanan ALKI III melaksanakan operasional pengamanan laut dan operasi pengamanan udara di sepanjang ALKI III dalam rangka mendukung tugas pokok Kogabwilhan III.
Dengan menghadirkan unsur KRI dan Pesawat Udara TNI AU operasi yang dilaksanakan dengan sandi operasi Trisakti-20 lni, khusus untuk pesawat udara akan dipilih akan dipilih pangkalan TNI AU Pattimura (Lanud Pattimura Ambon) sebagai home base pesawat udara yang akan menjalankan operasi ini.
Sapuan juga mengungkapkan dalam operasi udara dalam 10 hari mulai tanggal 11 maret hingga 20 maret 2020 Pangkoarmada III akan bertindak sebagai panglima komando operasi atau lebih tepatnya sebagai Pangkoopsgabla.
“Untuk misi operasi udara PAM ALKI III ini, TNI AU memyiapkan 3 buah pesawat tempir F-16, 1 pesawat angkut C-130 Hercules, 1 pesawat Heli Bell yang diperuntukkan sebagai Heli SAR. Keseluruhan pesawat ini selama operasi udara PAM ALKI III ini berlangsung akan bermarkas di Lanud Pattimura,”Ungkap Sapuan.
Lanjut Sapuan, selama operasi PAM ALKI III pesawat udara tersebut, akan melaksanakan patroli secara periodik di wilayah perairan ALKI III untuk memantau dan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap pelanggar yang memasuki wilayah kedaulatan NKRI khususnya wilayah ALKI III. Operasi PAM ALKI III ini sendiri merupakan operasi pengamanan gabungan yang melibatkan unsur TNI AU dan TNI AL dengan sasaran terciptanya stabilitas keamanan terhadap kedaulatan NKRI khususnya di wilayah Timur Indonesia.
“kami mengharapkan agar masyarakat tidak perlu khawatir ataupun was-was apabila mendengar atau melihat pesawat-pesawat tempur kebanggaan TNI AU ini melintas di area wilayah Maluku, dan khususnya di Ambon. Kami mengharapkan dukungan doa untuk kelancaran operasi gabungan ini,”sembari berharap.(BN-04)






