![]() |
| Kontingen Papua dan Papua Barat |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Pelaksanaan Lomba Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)Tingkat Nasional ke-XI di Kota Ambon Provinsi Maluku, berjalan dengan baik dan lancar.
Akan tetapi ada hal lain yang mencidrai akan pelaksanaan Event tiga tahunan ini, yang mana dari sisi kepanitiaan ada hal yang sama sekali menimbulkan kesan tidak baik.
Kontingen Papua dan Papua Barat yang tampil dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi tingkat nasional (Pesparawi) XI tahun 2015 di Kota Ambon, mengeluhkan adanya zat pewarna dalam snack yang disediakan oleh panitia kepada kontingen.
Hal tersebut diungkapkan salah official Papua dan Papua Barat kepada wartawan beberapa waktu kemarin di Ambon.
Abraham Kambuaya salah satu anggota tim Pesparawi Provinsi Papua mengungkapkan, dari hasil uji lab terhadap jenis snack yang disediakan panitia kepada para kontingen, ternyata jajanan yang disediakan panitia tersebut mengandung zat pewarna yang dapat merugikan peserta lomba pada ajang Pesparawi XI di Kota Ambon.
“Dari hasil uji lab yang kami lakukan, ternyata snack yang disediakan panitia mengandung zat pewarna. Dan apabila dikonsumsi dalam porsi yang banyak, dapat menyebabkan kerusakan pita suara, “ Jelas Kambuaya.
Hasil uji lab tersebut lanjutnya diketahui setelah tim kesehatan yang juga ikut dalam kontingen Papua melakukan test terhadap jajanan yang disediakan oleh panitia.
Akibatnya tim Pesparawi Papua lebih memilih memesan sendiri snack buat tim tersebut.
Senada dengan itu official tim Papua Barat juga mengeluhkan hal yang sama, menurut mereka, hampir semua makan kecil yang disuguhkan panitia kepada tim Pesparawi XI mengandung zat pewarna.
Dan hal tersebut dibuktikan setelah tim kesehatan provinsi ini melakukan uji laboratorium.
Sementara itu penyedia jasa konsumsi dalam ajang Pesparawi tingkat nasional XI di Kota Ambon, Margaretha Tanihaha yang dihubungi wartawan lewat telepon genggamnya guna mengkonfirmasi hal tersebut, tidak menjawab pesan singkat yang dikirimkan wartawan.
Bahkan beberapa kali wartawan menghubungi nomor telepon Tanihaha, akan tetapi telepon wartawan tidak di jawab oleh yang bersangkutan.(BN-08)






