Ambon,Bedahnusantara.com: Komisi III DPRD Kota Ambon mengelar rapat bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon yang berlangsung Balai Rakyat Belakang Soya, Senin (8/06/2020).
Rapat dengan pendapat untuk menindak lanjuti aduan dari sejumlah supir angkot trayek jurusan passo tentang pasal 32 Peraturan Wali Kota Ambon nomor 16 tahun 2020 tentang moda transportasi yang berlaku di Kota Ambon.
Ketua Komisi III Johni Wattimena menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama Dishub Kota Ambon tentang penerapan ganjil genap kepada setiap angkutan kota (angkot) yang akan berlangsung selama 14 hari.
“Setelah 14 hari kita akan lakukan evaluasi, karena kita sepakat evaluasi akan dilakukan paling lambat tanggal 20 Juni mendatang,” ungkapnya.
Dia mengakui, pihaknya akan melakukan yang terbaik kepada pengemudi angkot terkait penerapan ganjil genap.
“Kita akan menetapkan mana yang terbaik bagi pengemudi angkot, kalau ada yang salah, kita minta Pemkot Ambon terbitkan SK Walikota untuk revisi terhadap pasal 32 tersebut,” terangnya.
Hal yang sama disampaikan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Roby Sapulette mengatakan, saat ini Pemkot Ambon telah menerapkan PKM di Kota Ambon yang dimulai dari operasional angkot.
“Sistem ganjil genap yang dilakukan kepada semua angkot dalam rangka penerapan PKM di Kota Ambon,” ucapnya.
Dia mengakui, dengan penerapan sistem ganjil genap maka, Pemkot Ambon terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Karena, sistem ganjil genap dapat mengurangi aktifitas masyarakat diluar rumah.
“Kalau kita menerapkan sistem ganjil genap aktifitas masyarakat akan berkurang, karena operasional angkot semakin berkurang,” terangnya.
Dia mengakui, penerapan ganjil genap akan berlangsung selama 14 hari kepada setiap angkot dimana, plat nomor ganjil akan beroperasi pada hari senin, rabu dan jumat sementara plat nomor genap akan beroperasi pada hari selasa, kamis dan sabtu sedangkan, pada hari minggu semua angkot akan beroperasi.
“Kita akan melakukan sistem ganjil genap selama 14 hari kepada semua angkot yang beroperasi di Kota Ambon,” ungkapnya.( BN-03)






