Ambon,Bedahnusantara.com:Komisi II DPRD Kota Ambon minta sistem pembelajaran jarak jauh ( PJJ) oleh para siswa membutuhkan kerjasama dari semua pihak.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon Margaretha Siahay kepada wartawan usai melaksanakan rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan Kota Ambon, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, PT Telkomsel, PT PLN Ambon dan lembaga survei di Balai Rakyat Belakang Soya, Kamis (06/08/20).
Dia mengatakan, penerapan sistem PJJ yang dilakukan di Kota Ambon untuk melihat kesiapan dari Telkomsel dan PT PLN Ambon untuk mempersiapkan anak-anak bangsa kedepan.
“Dari hasil survei masih ada 51,41 persen yang tidak siap untuk penerapan sistem PJJ,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam penerapan sistem PJJ masih ada kendala, karena tidak semua siswa-siswi di Kota Ambon memiliki hp Android maupun jaringan internet. Karena itu, perlunya perhatian serius pemerintah kota Ambon melalui dinas Pendidikan dan Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon
“Kita masih berada pada zona oranye, tak bisa dipungkiri proses belajar dalam jaringan atau daring harus tetap dilakukan bukan hanya soal siswa yang harus ekstra eksis mengikuti proses PJJ tetapi, kita inginkan kualitas dan sumber daya guru harus mampu menguasai teknologi,” terangnya.
Dia harapkan, Pemkot Ambon melihat masalah yang terjadi ini, sehingga akan memberikan dampak baik bagi anak–anak bangsa dan pendidikan yang berkualitas dimasa yang akan datang .( BN-03)






