Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap delapan pejabat Eselon IV di lingkungan Kejati Maluku, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Sasana Adhyaksa Kejati Maluku, Ambon.
Pelantikan dilakukan oleh Asisten Pembinaan Kejati Maluku, Cahyadi Sabri, S.H., M.H, yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja institusi Kejaksaan di wilayah Maluku.
Adapun delapan pejabat Eselon IV yang dilantik masing-masing adalah Azer Jongker Orno, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Penyidikan pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku; Hendrik Sikteubun, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Penuntutan pada Asisten Bidang Pidana Militer; serta Mathys Adrien Rahanra, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Penindakan pada Asisten Bidang Pidana Militer Kejati Maluku.
Selain itu, Feza Reza, S.H., M.H dilantik sebagai Pemeriksa Intelijen pada Asisten Bidang Pengawasan; Rio Irnanda, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus; Richard Chorneles Borowy Lawalata, S.H sebagai Kepala Seksi Penuntutan pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus; Selamat Indra Wijaya, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi B pada Asisten Bidang Tindak Pidana Umum; serta Agus Hendra Yanto, S.H., M.H sebagai Kepala Subbidang Penelusuran dan Perampasan Aset pada Asisten Bidang Pemulihan Aset Kejati Maluku.
Sebelum memangku jabatan, para pejabat terlebih dahulu mengucapkan sumpah jabatan untuk setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab, serta mengabdikan diri demi kepentingan bangsa dan negara. Mereka juga berkomitmen menjunjung tinggi etika jabatan, menjaga integritas, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.
Dalam sambutannya, Asisten Pembinaan Kejati Maluku, Cahyadi Sabri, menegaskan bahwa sumpah dan janji jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki tanggung jawab moral yang besar, baik kepada masyarakat, bangsa, negara, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ia menjelaskan bahwa setiap keputusan terkait pengangkatan, mutasi, promosi, maupun alih tugas pegawai telah melalui pertimbangan yang matang dan menyeluruh oleh pimpinan. Hal tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan profesionalitas, tetapi juga memperluas wawasan dan pengalaman para pejabat.
“Setelah pelantikan ini, kami berharap saudara-saudara dapat bekerja sebaik-baiknya, menjaga nama baik institusi, serta tidak mencederai harkat dan martabat Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum,” ujar Cahyadi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar senantiasa memegang teguh jati diri sebagai insan Adhyaksa yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kebenaran, dan kemanfaatan hukum dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Dimanapun keberadaan kita, dalam posisi dan kapasitas apapun, jangan pernah melupakan komitmen dan janji luhur sebagai insan Adhyaksa, bahwa yang baik dan benar itulah yang harus diperbuat,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Cahyadi Sabri menyampaikan keyakinannya bahwa para pejabat yang dilantik merupakan insan pilihan yang dipercaya pimpinan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab jabatan.
“Jabatan bisa menjadi berkah yang membawa kebahagiaan, namun juga dapat menjadi hukuman yang membawa keburukan, tergantung dengan niat dan cara kita menjalaninya,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri para saksi dari Kejati Maluku, yakni Achmad Attamimi, S.H., M.H dan Achmad Bhirawa Bissawab, S.H., M.H, serta para rohaniawan dari Kementerian Agama Provinsi Maluku yang memimpin pengambilan sumpah sesuai agama masing-masing pejabat. (BN Grace)





