Namlea, Bedahnusantara.com – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Namlea, Kapolsek Namlea Iptu Charles Langitan, S.H., M.H menggelar kegiatan tatap muka dan silaturahmi bersama para kepala desa lingkup Kecamatan Namlea dan Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (10/9/2025) pukul 10.00 hingga 11.23 WIT, bertempat di Ruangan Kapolsek Namlea, Desa Namlea.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan Polsek Namlea, para kepala desa, sekretaris desa, serta perwakilan staf desa. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait kamtibmas, peredaran minuman keras (miras), judi sabung ayam, hingga perkelahian antar-pelajar menjadi topik utama yang dibahas.
Mengawali sambutannya, Kapolsek Namlea Iptu Charles Langitan menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh kepala desa dan perwakilan yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian dengan pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan damai.
Beberapa poin penting yang disampaikan Kapolsek, antara lain:
1. Izin Keramaian – Kapolsek meminta para kepala desa untuk turut serta membantu pengawasan dalam setiap kegiatan masyarakat, seperti pesta joget maupun pertandingan sepak bola, agar tidak menimbulkan potensi gangguan keamanan.
2. Peredaran Miras – Kapolsek menekankan agar kepala desa bersama Bhabinkamtibmas lebih aktif menghimbau masyarakat untuk tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras. “Sopi atau miras merupakan pemicu utama terjadinya berbagai permasalahan. Kita harus berupaya keras menekan peredarannya,” tegasnya.
3. Perkelahian Antar-Desa dan Pelajar – Ia meminta peran aktif kepala desa dalam membina masyarakatnya, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus dalam perkelahian yang dapat memicu konflik antar-kampung maupun antar-pelajar.
4. Judi Sabung Ayam – Kapolsek secara khusus menyoroti praktik judi sabung ayam yang masih marak, terutama di Desa Karang Jaya dan Desa Jamilu. Ia meminta kepala desa untuk bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas serta melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam melakukan sosialisasi dan pencegahan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala desa menyampaikan pandangan serta harapan terkait persoalan kamtibmas di wilayah masing-masing.
• Kepala Desa Sawa, Rahmad Soamole, meminta agar Bhabinkamtibmas Desa Sawa dan Waeperang tetap dipertahankan karena dinilai sangat aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
• Kepala Desa Siahoni, Sarifudin Buton, S.P, menyoroti maraknya perkelahian antar-pelajar. Ia berharap pihak kepolisian menindak tegas pelajar yang terlibat agar ada efek jera. Ia juga meminta agar Bhabinkamtibmas Desa Batuboy dan Siahoni tidak diganti karena dianggap mampu mengayomi masyarakat.
• Kepala Desa Ubung, Muhammad Hamdani Djafar, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkelahian pelajar di SMK Negeri 7 Buru yang diduga dipicu oleh lingkungan sekitar sekolah. Ia meminta kepolisian untuk meningkatkan patroli di sekitar sekolah tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah berupaya mengalihkan mata pencaharian masyarakat dari penjualan miras ke pemberdayaan alam.
• Kepala Desa Sanleko, Aksa Buton, mengakui bahwa faktor ekonomi masih menjadi alasan warga berjualan miras. Namun pihak desa berupaya memberikan bantuan berupa program pemberdayaan sebagai alternatif.
• Sekdes Namlea, Asnawi Syam, menekankan pentingnya pendampingan Polisi RW di tingkat RT/RW agar bisa bersama-sama menyelesaikan permasalahan masyarakat. Ia juga meminta patroli lebih rutin dilakukan di Jalan Tugu Tani karena sering dijadikan tempat konsumsi miras.
• Staf Desa Jamilu, Detami Buton, menegaskan bahwa sabung ayam di desanya banyak didominasi oleh kalangan bapak-bapak. Ia menekankan perlunya tindakan tegas terhadap praktik judi tersebut karena melibatkan warga dari berbagai desa.
Menanggapi berbagai masukan, Kapolsek Namlea menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi aktif para kepala desa. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan akan ditindaklanjuti, terutama terkait penanganan judi sabung ayam dan perkelahian pelajar.
“Saya sudah merencanakan pelaksanaan razia judi sabung ayam dalam waktu dekat. Untuk itu saya minta kerjasama dari para kepala desa agar segera memberikan informasi bila terdapat aktivitas judi sabung di wilayah masing-masing. Kita akan tindak tegas pelakunya,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Kapolsek Namlea mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Mari sama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban di Kecamatan Namlea maupun Lilialy. Dengan kerjasama yang baik, kita bisa menciptakan masyarakat yang aman, tenteram, dan damai,” pungkasnya.
Kegiatan tatap muka dan silaturahmi ini bukan hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga forum strategis dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa. Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan berbagai persoalan sosial seperti miras, perkelahian pelajar, dan judi sabung ayam dapat ditekan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Buru. (BN Grace)





