Ambon, Bedahnusantara.com: Langkah tegas Mata Rumah Parentah Loppies Seilana Pattinai, terhadap para pelaku penyebaran Fitnah, Pencemaran Nama Baik, Pelecehan Martabat dan Kapasitas. Yang diduga dilakukan oleh sejumlah pihak berkapasitas pada Birokrasi dan Pemerintahan di Negeri Seilale, Nusaniwe, Kota Ambon, termasuk terduga pelaku Yakni; Quraizin Tuheteru (Pj.Negeri Seilale/Sekcam Nusaniwe) mendapat apresiasi oleh sejumlah besar kalangan dan masyarakat Negeri Seilale.
Bahkan informasi terkait pihak Polda Maluku melalui Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum), yang akan kembali memanggil dan memeriksa para terduga pelaku lainnya. Didoakan oleh sejumlah besar kalangan dan juga masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung langkah tegas pihak Polda Maluku yang akan melakukan pemanggilan atas nama Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru. Yang diduga menjadi aktor intelektual dari kisruh proses penetapan dan hadinya mata rumah Parentah (Raja) di Negeri Seilalae, Nusaniwe Kota Ambon. Menjadi bahan diskusi dan doa dari Masyarakat Negeri Seilale yang selama ini resah dengan sepak terjangnya bersama terduga pelaku lainnya yang duduk dalam Badan Saniri Negeri Seilale.
Salah satu tokoh masyarakat Negeri Seilale yang juga ketua team Pelapor Dugaan Korupsi Dana Desa Negeri Seilale Tahun Anggaran 2015 -2017, Jhon Frits Kailola, mengungkapkan kekagumannya kepada pihak Polda Maluku yang telah berani mengambil langkah tegas untuk menindak para pelaku termasuk Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru. Yang selama ini hanya menimbulkan konflik berkepanjangan di Negeri Seilale, dan dapat dikatakan sebagai aktor Intelektual dari makin rumitnya proses kehadiran raja definitif dan pelantikan raja definitif di Negeri Seilale.
” Penjabat ini kan dia mulut paling parlente, dia awal masuk di Negeri dia dengan sombong dia mengumumkan bahwa dia akan menyelesaikan persoalan Raja Definitif di Negeri Seilale hanya dalam waktu tiga (03) bulan paling cepat dan paling terlambat enam (06) Bulan dan samua orang di Negeri tahu soal dia pung pernyataan itu. Padahal su sampe dua tahun ini, dia tar mampu bikin satu tai di Negeri lai, malah tambah bikin rusak dengan membawa data bohong soal sejarah Seilale dari Ruta,” Ungkap Kailola.
Menurutnya, orang-orang seperti Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru atau Penjabat Negeri lainnya, yang tidak mampu untuk menghadirkan Raja Definitif di Negeri-negeri adat yang ada di Kota Ambon, jangan hanya di berhentikan, tapi juga dituntut secara hukum terkait penggelolaan dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang selama ini telah dipakai atau di kelola oleh mereka.
” Selama akang Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru ini dia jadi Penjabat, sudah hampir dua tahun ini, seng ada pembangunan yang siginivikan dan bahkan terkesan amburadul, dalam pelaksanaannya sebab melibatkan para penjahat-penjahat lainnya yang ada di Saniri Negeri, kenapa beta berani bilang donk di saniri yang lain selain dari Mata Rumah Loppies adalah penjahat, sebab bukti donk korupsi dana desa sudah ada, dan bukti itu ada di beta bahkan Inspektorat Kota Ambon juga tahu soal itu. Sehingga kalau Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru yang dasarnya sombong dan bicara besar tanpa bisa bikin apa-apa, ditambah dengan para penjahat yang ada, maka semakin rusak Negeri Seilale ini,” Tegas Kailola geram.
Dirinya juga menegaskan agar Walikota Ambon, Bodewin Wattimena untuk tidak mencoba membela apalagi melindungi anak buahnya yang nakal dan jahat seperti Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru, hanya karena dia berasal dari IPDN.
” Walikota Ambon, kalau mau jadi Walikota yang baik, jangan coba bela apalagi lindungi anak buah yang nakal seperti ini, apalagi dia (Penjabat Raja Negeri Seilale, Quraizin Tuheteru.) dalam pertanggung jawaban penggunaan anggaran Dana Desa Seilale saja amburadul dan tidak transparan, dia mau buat pertanggung jawaban dia tidak libatkan semua masyarakat, tapi hanya orang-orang tertentu yang dapat dia atur. Sehingga semua laporan pertanggung jawaban yang ada semua model seperti model jadwal ibadah,” Ungkapnya.
Saya juga mendoakan dan terus mendukung Polda Maluku terkhusus lewat Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum), “semoga Tuhan selalu menyertai bapak dan ibu semua, untuk selalu berani dan tegas dalam menindas semua pelaku kejahatan, tanpa pandang bulu dan tanpa takut terhadap interfensi dari manapun,” Tutup Kailola. (BN-03)





