Kadis Kominfo Ambon Paparkan Strategi Pembangunan Ekonomi di Maluku Economy Talks 2025

IMG 20251105 WA0009

Ambon, Bedahnusantara.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kota Ambon, Ronald Lekransy, mewakili Wali Kota Ambon, hadir sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan Maluku Economy Talks 2025 yang berlangsung di Ruang Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura (UNPATTI), Rabu (5/11/2025).

 

Forum ekonomi yang digagas oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah XI Maluku–Papua Periode 2025–2027 ini mengangkat tema besar “Menakar Arah Pembangunan Ekonomi Maluku: Antara Data, Realita, Harapan Masyarakat, dan Masa Depan Daerah.”

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka ruang diskusi akademik yang melibatkan kalangan akademisi, praktisi, dan unsur pemerintahan daerah guna melahirkan gagasan baru mengenai arah pembangunan ekonomi di Provinsi Maluku.

 

Dalam kesempatan itu, Lekransy memaparkan materi berjudul “Strategi Pembangunan Ekonomi Kota Ambon Sebagai Pusat Pertumbuhan dan Kontributor Utama Ekonomi Maluku.”

Ia mengawali paparannya dengan menjelaskan arah pembangunan Kota Ambon beserta kebijakan strategis yang sedang dan akan dijalankan dalam memperkuat peran Ambon sebagai motor penggerak ekonomi regional.

 

Menurutnya, Kota Ambon memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Maluku, dengan potensi besar pada sektor kelautan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui strategi pembangunan yang terpadu dan terukur.

 

“Mendorong pertumbuhan ekonomi Ambon saat ini harus diikuti dengan konsep perencanaan ekonomi yang sistematis, yang mampu mengatur, mengarahkan, dan mengelola sumber daya yang ada—baik manusia, alam, modal, maupun teknologi—untuk mencapai tujuan pembangunan,” ujar Lekransy.

 

Ia menegaskan bahwa perencanaan ekonomi merupakan fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkeadilan dan inklusif. Untuk itu, dibutuhkan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.

 

Lekransy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, pendekatan yang terencana dan berorientasi pada data akan mampu menciptakan kebijakan yang efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun regional.

 

“Perencanaan ekonomi yang terkonsep dengan baik akan berdampak langsung pada terciptanya iklim investasi yang kondusif dan menguntungkan. Hal ini pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Ambon yang saat ini terus menunjukkan tren positif,” tuturnya.

 

Kegiatan Maluku Economy Talks 2025 menjadi ruang penting untuk mengintegrasikan gagasan akademik dan kebijakan praktis pemerintah. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun perekonomian Maluku yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan