![]() |
| Jemaat GPM Nazaret Gelar Carnaval Budaya |
Ambon, Bedahnusantara.com: Jemaat Gereja Protestan Nazaret menggelar Carnaval Budaya dalam rangka temu baku dapa anak dan remaja.
Kegiatan menampilkan budaya Indonesia maupun budaya Maluku dengan berbagai pakaian adat maupun pakaian profesi yang dapat memberikan motivasi bagi anak-anak selaku masa depan bangsa.
Ketua Majelis Jemaat GPM Nazaret Fanny Balubun mengatakan, carnaval budaya yang dilakukan untuk membina generasi muda mengembangkan hal positif agar, menjadi anak yang beriman, cerdas dan berbudaya.
“Kita ingin anak-anak penerus masa depa bangsa sebagai anak-anak yang cerdas, beriman dan berbudaya,”ujarnya disela-sela temu baku dapa anak dan remaja Jemaat GPM Nazaret, Rabu (28/6)
Untuk pertama kalinya, kata dia, Jemaat GPM Nazaret melaksanakan carnaval budaya untuk mengembangkan kualitas dan memotivasi anak-anak agar, lebih baik kedepan.
“Hal ini dapat memotivasi anak-anak agar dapat mengembangkan diri lebih baik kedepan,”paparnya.
Dia mengakui, anak-anak menggunakan pakaian adat Indonesia khususnya Maluku maupun pakaian profesi petani, guru, peragawati, nelayan dan ojek.
“Semua anak menggunakan pakaian adat yang ditetapkan oleh para pengasuh serta orang tua yang telah mendukung kegiatan ini,”terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Klasis Kota Ambon D Lohy memberikan apresiasi terhadap jemaat GPM Nazaret maupun anak-anak yang telah mengikuti pekan anak dan remaja.
“Saya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap anak-anak yang telah memeriahkan temu baku dapa anak dan remaja,”tandasnya.
Hal yang sama disampaikan Ketua Panitia temu baku dapa anak dan remaja Elthon menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan dalam mengembangkan kreatifitas anak dan remaja dalam bidang budaya dan seni dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kita ingin anak-anak dapat berkembang dalam meningkatkan ketrampilan dan kreatifitas,”ungkapnya.
Dia mengakui, pelayanan anak dan remaja dilakukan sebagai wujud mempersiapkan generasi muda gereja yang mampu bersaing di era globalisasi.
“Generasi muda tampil memberdayakan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki,” terangnya. (BN-O2)






