![]() |
| Menuju Ambon Kota Musik Dunia |
Ambon, Bedahnusantara.com: Ambon Citty Of Music adalah harapan dan Impian besar seluruh Masyarakat Kota Ambon dan Provinsi Maluku.
Menjadikan Maluku dan Kota Ambon Khususnya sebagai sentra atau pusat dari Musik di Indonesia bahkan di Dunia adalah agenda besar kami, sehingga segala daya dan upaya akan kami lakukan demi tercapainya impian itu.
Bahkan Ambon Musik Office (AMO) terus berupaya mengembangkan musisi untuk menjadikan Ambon Sebagai Kota Musik Dunia.
Hal tersebut diakui Dewan Penasihat Ambon Music Officer (AMO) Piere Ajawaila, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/1).
Menurut dia, pengembangan Kota Ambon sebagai kota musik dunia berdasarkan versi United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam mengembangkan musisi.
“AMO mempunyai orientasi untuk mengembangkan musisi yang ada di Kota Ambon, karena itu musisi memiliki kaitan dengan musik,”jelasnya.
Dia mengatakana, untuk menjadikan Ambon Kota Musik Dunia, maka musik dan musisi harus berjalan searah, agar AMO fokus mengembangkan musisi dengan musik yang ada.
“Kalau di Kota Ambon ada yang fokus kepada musik tentu mau tidak mau pelaku kreatifnya itu musisi yang menjadi fokus kita,”ucapnya.
Dia mengakui, pihaknya membutuhkan pengembangan dalam bidang musik yang berkelanjutan dari semua sisi, karena itu musisi merupakan faktor utama pendukung Ambon menjadi kota musik dunia.
“Memang masih butuh pengembangan lebih banyak tapi kalau mengenai musik itu musisi salah satu yang paling krusial yang kita lakukan dengan Perda yang dapat melindungi musisi baik hak cipta, hak intelektual pengembangan diri,” terangnya.
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan profesi dari sejumlah musisi di kota Kota Ambon baik arranger yang berjumlah 5 orang, composer berjumlah 10 orang, penulis lagu 12 orang, pemain band berjumlah 30 group, orchestrator berjumlah 1 orang, penyanyi 95 orang, rapper atau hip-hop berjumlah 45 orang, brass section berjumlah 1 orang, organ tunggal berjumlah 1 orang.
Kemudian choir berjumlah 8 orang, hawaian berjumlah 10 orang, sawat, hadrat, qasidah berjumlah 23 gruop, suling orchestra berjumlah 1 group, totobuang berjumlah 12 group, violin esamble 1 orang, sanggar 8 gorup dan yang berikut organ tunggal berjumlah 16 orang.
“Kita telah mendata semua profesi yang ada dengan memberikan formulir kepada semua musisi yang ada di Kota Ambon,” tandasnya.(BN-02)






