![]() |
| Pelabuhan Enrico |
Ambon, Bedahnusantara.com: Kunjungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang diwakili Inspektur Jenderal (Irjen) Wahju Satrio.Utomo di Pelabuhan Rakyat Enrico yang berada pada kawasan Mardika Kecamatan Sirimau.
Kunjungannya langsung diterima oleh Sekertaris Kota (Setkot) Ambon Anthony Gustav.Latuheru bersama pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon serta sejumlah pejabat lain di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Kepada wartawan di sela-sela kunjungan, Irjen Kemenhub RI Wahju Satrio.Utomo menjelaskan, kedatangan pihaknya dalam rangka mengsukseskan program pemerintah terhadap pelabuhan-pelabuhan di Indonesia yang selama ini tidak difungsikan sesuai dengan peruntukkannya.
“Kami memang dalam program menyelesaikan seluruh pelabuhan-pelabuhan yang dalam kondisi mangkrak di Indonesia yah, antara lain di Pelabuhan Enrico ini dan besok juga saya akan ke Kaimana,”ungkap dia.
Dengan melihat kondisi ini maka memang kita berharap jangan lama-lama lagi dibiarkan seperti ini yah, karena pesan pak menteri kondisi-kondisi seperti ini harus dielesaikan, kalau ke daerah pak menteri pesan satu tolong sistem penggunaan pelabuhan bukan memakai sistem pola komersialnya tapi ke pola fungsi sosialnya yang diggunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat,”tambah dia.
Lanjut dia, soal teknis pengaturan tarif, asuransi dan sebagainya nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, juga dengan pemerintah daerah setempat yang selama ini bertanggung jawab terhadap pelabuhan rakyat daerah setempat.
Dan pelabuhan darurat spead-boat jalur Poka,Wayame, Kota Jawa yang selama ini yang telah diggunakan masyarakat maupun mahasiswa untuk melakukan aktivitas penyeberangan akan dibongkar dan mengalihkan aktivitas masyarakat ke Pelabuhan Rakyat Enrico.
“Maka nantinya tarif-tarif yang diberlakukan ini tidak jauh dengan yang telah dioperasionalkan selamaa ini pada pelabuhan darurat itu, jika nanti pelabuhan ini sudah dioperasionalkan,”ujar dia.
Nanti soal jaminan keselataman dan kelancaran bagi masyarakat mudahan-mudahan ada asuransi, nanti akan tinggal dibicarakan dengan pihka Jasaraharja, karena setiap angkutan umumkan harus diansurasikan Jasaraharaja artinya asuransi negara yang mengcover itu,”lanjut dia.
Sementara itu Setkot Ambon Anthony Gustav.Latuheru mengatakan, sesuai dengan pesan dari Kemenhub ini pihaknya akan mengelolah dan mengoperasionalkan pelabuhan ini sesuai amanah yang dipesan oleh Menhub RI.
“Dengan perhubungan menyerahkan ke kita disertai dengan pesan tadi bahwa pelabuhan bukan untuk dikomersialkan, maka nantinya kita utamakan fungsi sosial dan juga tarifnya. Kita akan bongkar pelabuhan di sana dengan mengarahkan semua pengemudi speat-boat untuk beroperasional di sini, dengan catatan pelabuhan ini harus dijaga oleh masyarakat kota seperti mereka mejaga diri mereka maupun menjaga spead-boat mereka,”kata dia. (BN-03)






