Hanya Karena Pesan Makanan, Insan Pers Tak Dihargai Pengurus Latupati Kota Ambon

kasus makanan latupati

Ambon, Bedahnusantara.com: Lembaga Latupati Kota Ambon menggelar Musyawarah Besar II yang berlangsung di Marina Hotel, Senin (06/02/2023).

Dari hasil Musyawarah Besar II ini, Raja Negeri Ruting, Kecamatan Leitimur Selatan Reza Valdo Maispatella terpilih memimpin Majelis Latupati Kota Ambon periode 2023 -2027.

Bacaan Lainnya

Maispatella terpilih secara aklamasi dalam kegiatan musyawarah besar II Majelis 14 di Kota Ambon yang berlangsung di hotel Marina, Senin (6/2/2023).

Selain Maispatella Raja Negeri Urinessing Yohanes Tisera juga terpilih dan menjabat selaku Wakil Ketua, sedangkan posisi Sekretaris dijabat oleh Ina Latu Negeri Ema Janse Tresia Leimena, dan komposisi Bendahara I Raja Negeri Latuhalat Audy Salhuteru dan Bendahara II Raja Negeri Hative Kecil Josias Muryani.

Dalam sambutannya, Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena mengatakan, Kota Ambon sebagai kota pulau yang memiliki negeri-negeri adat dengan kekentalan adat yang ada pada masing-masing negeri.

“Dengan adanya musyawarah Latu Pati bisa mendapatkan pemimpin yang baik untuk kota Ambon lebih baik,” ungkapnya disela-sela Musyawarah Besar II.

Di mengakui, hari ini, para raja akan melaksanakan Musyawarah Besar II pemilihan Ketua dan Sekretaris Latupati Kota Ambon periode 2013-2018.

“Saya berharap siapa pun yang terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Latupati dapat menjadi mitra kami dan bisa membangun Kota ini,” katanya

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya untuk membangun kota ini, karena itu, kita membutuhkan partisipasi semua pihak termasuk raja, kades dan lurah.karena, kita perlu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta hidup saling menghargai satu dengan lain itu adalah modal dasar pembangunan. Karena tidak ada tingkatkan pemerintahan dimana pun yang bisa melakukan pembangunan dengan baik jika situasi kacau, tidak ada ketertiban masyarakat.

Usai terpilih, Reza Valdo Maispatella kemudian menggelar rapat kerja pertama Latupati Kota Ambon, bersama semua komposisi kepengurusan yang telah dilantik yang berlangsung di Restaurant Sari Gurih, Selasa (7/2/2023).

Akan tetapi proses tersebut kemudian dinodai oleh sebuah tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan oleh seorang bernama Ardo Maispatella, yang kemudian diketahui adalah salah satu kerabat Raja Rutong Reza Maispatella.

Tindakan Ardo Maispattela adalah dengan melarang para wartawan untuk memesan makanan, sebab yang bersangkutan (Ardo Maispatella) mempertanyakan keabsahan kehadiran dan kepentingan para insan pers yang hadir pada acara tersebut.

” kami datang dalam kegiatan hari ini di sari gurih, adalah merupakan bagian dari tugas tanggung jawab kami selaku Insan Pers (Media) yang bertugas mempublikasikan semua informasi dan kegiatan yang dilakukan baik oleh pemerintah Kota Ambon, maupun para mitranya, dan kami datang juga dalam kapasitas undangan bukan asal-asalan,” ungkap sejumlah Insan Pers kepada media ini.

Menurut mereka, pihaknya telah melakukan tugas peliputan sejak awal musda, hingga terpilihnya ketua Latupati Kota Ambon, dan dalam kegiatan Rapat kerja hari ini, kami juga diundang secara resmi bahkan kami juga diminta oleh Sekretaris Latupati terpilih, “sehingga kami tidak datang untuk sekedar makan siang,” Ungkap mereka geram.

Akan tetapi lanjut mereka, kami kemudian dilarang untuk dilayani dan tidak boleh memesan makanan (konsumsi) oleh orang yang bernama Ardo Maispatella, dan bahkan dia (Ardo) mempertanyakan apakah kepentingan kami dalam acara hari ini, dan apakah kami diundang.

“Lucunya, Ketua Latupati Kota Ambon Reza Maispatella merupakan orang ternama yang memiliki nama besar bukan saja di kanca Nasional namun juga di kancah international saja begitu baik dengan Insan Pers, akan tetapi orang yang tidak punya kapasitas apa-apa seperti Ardo Maispatella ini bahkan berani melarang kami,” Ungkap mereka.

Tindakan yang dilakukan oleh Ardo Maispatella ini diduga akibat adanya kepentingan pihak tertentu, dan adanya indikasi adanya tembang pilih dalam mengakomodir media yang melakukan peliputan.

“Padahal, undangan terhadap wartawan sudah jelas dilakukan oleh Sekretaris Latupati Kota Ambon Jean Leimena,” Tandas mereka.

Pihaknya berharap hal ini bisa Menjadi perhatian dari Penjabat Wali Kota Ambon dan Ketua Latupati Kota Ambon terpilih Reza Valdo Maispatella, sebab tindakan ini telah memberikan kesan dan preseden buruk bagi Insan Pers dan publik, jika semua ini tidak segera ditindak lanjuti.(BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan