Ambon, Bedahnusantara.com – Wakil Gubernur Maluku menegaskan pentingnya langkah-langkah pengendalian pemanfaatan sumber daya alam (SDA) agar tidak merugikan generasi mendatang. Hal ini disampaikan dalam sebuah forum bersama media, di mana ia menekankan bahwa upaya pengendalian eksploitasi hutan dan lingkungan telah jauh sebelumnya dilakukan.
“Misalnya, ketika bertemu dengan Menteri Kehutanan, saya sudah meminta agar izin terkait perusahaan-perusahaan kayu dikendalikan. Itu sudah lama saya tegaskan,” ujar Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, S.Sos . Saat di wawancara di Hotel Santika Ambon, Selasa (16/9/2025)
Menurutnya, pemanfaatan SDA tidak boleh dilakukan secara serampangan hanya demi kepentingan sesaat. “Kita hidup bukan hanya untuk kita sekarang, tapi juga untuk anak cucu yang akan datang. Jangan sembrono mengeksploitasi semua kekayaan alam. Bersyukurlah di Maluku masih terkendali, berbeda dengan Kalimantan atau Sumatera yang kondisinya sudah mengkhawatirkan,” katanya.
Dalam forum itu, Vanath juga menyoroti peran media yang dinilai sangat strategis dalam menjaga keseimbangan informasi publik. “Kalau saya salah bicara, mungkin hanya berpengaruh ke satu orang. Tapi kalau media salah menulis, bisa merusak cara pandang seribu orang. Itu sebabnya saya berharap kawan-kawan media membantu menyampaikan informasi yang benar dan mendidik masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Vanath mengaitkan isu eksploitasi SDA dengan perubahan iklim global. Ia mengingatkan pentingnya kontribusi semua pihak untuk mengurangi emisi karbon. “Riset para ilmuwan menyebutkan jika kenaikan suhu global lebih dari 2 derajat, itu berbahaya. Karena itu kita harus menjaga agar emisi tetap di bawah 1,5 derajat. Jangan berpikir kita tidak ada kaitan dengan dunia, kita bagian dari masyarakat dunia,” jelasnya.
Ia mencontohkan, fenomena iklim di negara lain bisa langsung berdampak di Indonesia, termasuk Maluku. “Kalau ada musim dingin ekstrem di Australia, kita di sini juga akan merasakan dampaknya. Apalagi di Maluku Barat Daya, efeknya akan lebih terasa,” tandasnya. (BN Grace)





