AMBON, BEDAHNUSANTARA.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ambon menggelar evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pengawasan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan menilai kinerja pengawas di semua tingkatan, serta memperkuat strategi pengawasan agar pelaksanaan demokrasi di Kota Ambon berjalan lebih berkualitas pada periode mendatang.
Kepala Bawaslu Kota Ambon, Alberto Talabessy, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengawasan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 merupakan tantangan besar, karena intensitas politik di tingkat kota cukup tinggi. Meski secara umum berjalan lancar, masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera dibenahi.
“Kota Ambon telah melewati momentum Pemilu dan Pilkada serentak dengan baik, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih ditemukan. Evaluasi ini penting agar ke depan kita lebih siap,” tegas Talabessy.
Dalam forum evaluasi, Bawaslu Kota Ambon bersama Panwaslu kecamatan hingga pengawas kelurahan/desa membahas berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan antara lain:
1. Netralitas ASN di lingkup Pemkot Ambon yang masih menjadi perhatian serius.
2. Distribusi logistik yang sempat mengalami kendala di beberapa titik, meski akhirnya dapat diatasi.
3. Praktik politik uang dalam skala kecil yang masih ditemukan, meski cepat ditangani oleh jajaran pengawas.
4. Pemanfaatan teknologi digital dalam kampanye, yang belum sepenuhnya terawasi optimal.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kota Ambon menambahkan bahwa keterlibatan publik dalam pengawasan patut diapresiasi. Menurutnya, laporan masyarakat terhadap dugaan pelanggaran menjadi bukti bahwa kesadaran berdemokrasi warga Ambon terus meningkat.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat Kota Ambon yang aktif melaporkan pelanggaran. Ini membuktikan bahwa demokrasi berjalan dengan partisipasi publik yang kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alberto Talabessy menegaskan bahwa hasil evaluasi ini akan dituangkan dalam rekomendasi resmi kepada KPU Kota Ambon, Pemerintah Kota, dan pihak terkait lainnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi acuan perbaikan di masa depan.
“Rekomendasi ini bukan sekadar catatan, tapi langkah nyata agar ke depan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Kota Ambon lebih jujur, adil, dan akuntabel,” ujarnya.
Dengan evaluasi ini, Bawaslu Kota Ambon berharap penguatan pengawasan di periode berikutnya akan semakin solid, baik dari sisi kelembagaan, koordinasi, maupun dukungan masyarakat.
“Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak bekerja sama. Bawaslu siap memperkuat kapasitas jajaran pengawas, berkoordinasi dengan stakeholder, dan terus membuka ruang partisipasi masyarakat,” pungkas Talabessy. (BN Grace)





