Maluku, Bedahnusantara.com: Proses penetapan terkait proses pelaksanaan New Normal di Maluku telah dilakukan oleh pemerintah Daerah lewat Rapat Koordinasi bersama sejumlah elemen masyarakat dan tokoh juga pemuka agama.
![]() |
| Gereja Dan Mesjid Siap Mendukung Pelaksanaan New Normal |
Dalam kesempatan itu, Ketua Sinode GPM Maluku, Pdt. Dr. Ates. Werinussa mengatakan untuk membantu pemerintah menerapkan New Normal ini dalam kesepakatan internal kita. Nanti setelah ini kita rapat secara internal untuk menterjahkannya bagaimana wujudnya di gereja, masjid sampai ke tempat ibadah.
“Kita punya pedoman sudah dikirim ke gugus tugas dan pedoman itu sesuai dengan kondisi new normal yang kami coba terapkan dan mengedepankan protokol kesehatan. Oleh karena itu sebagai umat beragama kami menghimbau sebagai pimpinan umat beragama mari kita dukung pemda dengan ketentuan protokol kesehatan kendati pun menuu new normal, kita harus tetap menjaga itu karena ini terkait kesehatan, keselamatan, dimensi kesehatan. Jadi kita sepakat dan mendukung pemda dan kita akan terjemahkan di masing-masing agama,”Kata Werinussa.
Kakanwil Agama Provinsi Maluku Jamaludin Bugis menyampaikan untuk hasil rapat tadi salah satunya adalah pelaksanaan ibadah di masjid dan gereja untuk memasuki new normal ada pola baru tatanan ibadahnya.
“Jadi dulunya dibatasi sekarang di bolehkan tetapi diterapkan protokol, untuk penerapan protokol ini. Saya selaku kanwil agama dalam waktu sesingkatnya kita akan merapat dengan tokoh-tokoh agama dan juga melibatkan TNI/Polri untuk merumuskan tentang penanganan ibadah di mesjid dan gereja kedepan,”Ujar Bugis.
Bugis mengungkapkan termasuk tadi Kapolda sudah menyampaikan harus kita buat satu model penanganan ibadah, semoga kedepan kita juga harus merumuskan itu dalam waktu sesingkatnya.
Sekertaris Ketua MUI Provinsi Maluku, Abdul Manan Latuconsina menambahkan semua ini dalam rangka untuk menciptakan kebaikan bersama dan konteks berbangsa, bernegara ditengah covid-19. MUI akan merumuskan konsep New Normal dan besok akan disebarkan kepada masyarakat oleh MUI pusat dan itu tentunya akan menjadi acuan untuk kita. Bagaimana merumuskan satu konsep dalam rangka lebih lagi memperbaiki hidup dalam kehidupan dalam berkonteks berbangsa dan bernegara di tengah pandemi covid-19.(BN-04)






