Lekransy : Literasi Digital Jadi Benteng Siber

df9fd256 e280 45e7 b84c ce7718c86f84

 

Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak tanpa batas, generasi muda dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan untuk berpikir kritis sebelum bertindak di ruang siber. Kesadaran inilah yang menjadi pesan utama dalam kegiatan literasi digital yang digelar Sekolah Citra Kasih Ambon dengan mengusung tema “Think Before You Click: Mastering Digital Literacy and Privacy in a Cyber World” di Aula Sekolah Citra Kasih, Jumat (12/6/2026)

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, sebagai narasumber utama. Di hadapan para siswa, Lekransy menekankan pentingnya membangun budaya berpikir sebelum mengklik, membagikan, maupun merespons berbagai informasi yang beredar di dunia digital.

Menurutnya, salah satu kebiasaan sederhana namun sangat penting yang harus dimiliki generasi muda adalah menerapkan prinsip “The Reasons, Why Your Thumb Needs a 3-Seconds Delay” atau memberi jeda sekitar tiga detik sebelum mengambil tindakan di ruang digital. Jeda singkat tersebut dinilai mampu membantu seseorang menilai kebenaran informasi, mempertimbangkan dampak dari sebuah unggahan, serta menghindari berbagai risiko kejahatan siber.

“Di ruang digital, tidak semua informasi harus langsung dipercaya atau dibagikan. Perlu ada kebiasaan untuk berpikir sejenak, memeriksa sumber informasi, dan mempertimbangkan dampaknya sebelum mengambil tindakan,” ujar Lekransy.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari akses informasi, komunikasi, hingga proses pembelajaran. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai, terutama oleh kalangan pelajar yang merupakan kelompok pengguna internet paling aktif.

Ancaman seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, phishing, pencurian data pribadi, hingga paparan konten negatif menjadi risiko nyata yang dapat menimpa siapa saja yang kurang memahami etika dan keamanan digital. Karena itu, literasi digital tidak boleh dipahami hanya sebatas kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menjaga privasi, memahami keamanan siber, serta bertanggung jawab dalam berinteraksi di media sosial.

Lebih lanjut, Lekransy menyampaikan bahwa penguatan literasi digital merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, pembangunan ekosistem digital yang sehat tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.

“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter digital generasi muda. Karena itu kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan perlu terus diperkuat agar lahir generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Selain memperoleh pemahaman mengenai keamanan digital dan perlindungan data pribadi, para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga jejak digital yang akan melekat dalam kehidupan mereka di masa depan.

Pihak Sekolah Citra Kasih berharap kegiatan literasi digital ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Semangat Think Before You Click diharapkan tidak berhenti sebagai slogan edukatif semata, melainkan menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari yang mampu menciptakan ruang digital yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyebaran informasi yang menyesatkan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan