Ambon, Bedahnusantara.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi evakuasi mandiri menghadapi gempa bumi dan tsunami di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur manajemen, staf operasional, petugas keamanan, serta berbagai pihak yang bekerja di area bandara. Simulasi ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan jalur evakuasi yang telah disiapkan ketika bencana terjadi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Ambon, Novita Berhitu, S.STP., M.Han, menjelaskan bahwa Bandara Pattimura merupakan salah satu kawasan vital yang perlu memiliki kesiapan tinggi dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami.
“Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para pekerja di area vital seperti bandara. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap orang tahu harus berbuat apa dan ke mana harus menuju ketika gempa dan tsunami terjadi,” ungkap Novita.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai mitigasi bencana, sistem peringatan dini, serta tata cara evakuasi mandiri. Selanjutnya dilakukan simulasi skenario gempa bumi yang diikuti dengan peringatan potensi tsunami. Peserta diarahkan untuk melakukan prosedur drop, cover, and hold on, lalu mengevakuasi diri menuju titik kumpul aman di luar area terminal.
Novita menambahkan bahwa latihan semacam ini penting dilakukan secara berkala, karena faktor waktu dan kecepatan reaksi menjadi penentu keselamatan ketika bencana datang tanpa peringatan.
“Bencana bisa terjadi kapan saja. Karena itu, latihan seperti ini adalah investasi kesiapsiagaan untuk menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Sementara itu, pihak manajemen Bandara Pattimura memberikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari BPBD Kota Ambon. Mereka berkomitmen memperkuat koordinasi dan meninjau ulang jalur evakuasi agar semakin efektif bila situasi darurat benar-benar terjadi.
Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi lapangan oleh tim BPBD guna menilai kesiapan teknis, waktu evakuasi, serta efektivitas koordinasi antarunit kerja di lingkungan Bandara Pattimura. (BN Grace)





