Editor : Redaksi
Ambon, Bedahnusantara: Komitmen menciptakan ruang belajar yang aman serta mendukung perkembangan karakter peserta didik ditunjukkan oleh SD Negeri 47 Ambon melalui kegiatan Sosialisasi Sekolah Aman Bebas Kekerasan yang digelar bekerja sama dengan Tim Yayasan Arika Mahina. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 3 dan 4, serta perwakilan dari kelas 5 dan 6 sebagai bentuk partisipasi lintas tingkat untuk memberikan pemahaman merata terkait pentingnya lingkungan pendidikan yang terbebas dari tindakan perundungan maupun kekerasan dalam bentuk apapun.
Program ini hadir bukan semata–mata sebagai agenda informatif, melainkan kebutuhan sekolah dalam menunjang proses pendidikan karakter. Kehadiran sekolah pada dasarnya tidak hanya menjadi tempat bagi anak–anak menuntut ilmu pengetahuan, namun juga sebagai ruang untuk menempa kepribadian, budi pekerti serta pola pikir yang baik. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini peserta didik diharapkan mampu memahami nilai hidup berdampingan, saling menghargai, serta peka terhadap sesama.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian program 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang tengah dijalankan Yayasan Arika Mahina. Melalui kegiatan ini, yayasan berupaya memperluas edukasi tentang pentingnya pencegahan kekerasan sejak usia dini, termasuk di lingkungan pendidikan dasar. Literasi mengenai kekerasan berbasis gender dan kekerasan anak dikenalkan melalui pendekatan edukatif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam perilaku sehari-hari.
Tujuan utama dari sosialisasi ini yaitu membentuk pola pikir dan karakter siswa yang berakhlak mulia sehingga tercipta ekosistem sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Para siswa tidak hanya diberikan materi satu arah, tetapi juga diajak mengikuti ragam metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Pendekatan tersebut dilakukan melalui studi kasus yang kemudian dipraktikkan kembali menggunakan gaya serta bahasa keseharian anak. Kegiatan semakin hidup karena diselingi kuis berhadiah yang memicu semangat siswa untuk aktif berpartisipasi.
Kepala SD Negeri 47 Ambon, Endang Saiya, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam membangun kesadaran sejak dini tentang bagaimana bersikap baik di lingkungan pendidikan. Melalui wawancara via WhatsApp, Sabtu (29/11/2025), ia menegaskan bahwa penguatan karakter menjadi fondasi penting untuk menekan terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar akademis, tetapi wadah pembentukan moral dan karakter. Karena itu, kami berupaya memastikan bahwa setiap anak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Edukasi mengenai kekerasan harus diberikan sejak dini agar mereka paham bagaimana bersikap dan menghargai sesama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan bersama Yayasan Arika Mahina ini, pihak sekolah berharap siswa mampu menjadi agen perubahan kecil bagi lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun di rumah. Anak yang memiliki pemahaman tentang nilai empati dan anti kekerasan diyakini akan tumbuh menjadi generasi yang lebih beradab dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam memperkuat sekolah ramah anak di Kota Ambon. SD Negeri 47 Ambon berharap program serupa dapat terus digiatkan, bahkan dikembangkan sebagai gerakan edukasi bersama yang melibatkan orang tua serta masyarakat.
Dengan harapan besar, sekolah menegaskan bahwa menciptakan ruang aman bagi anak bukan hanya tugas tenaga pendidik, namun merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan masa depan generasi muda yang lebih sehat secara emosional, intelektual, dan sosial. (BN Grace)





