![]() |
| Ilustrasi DPRD MBD Dan Bupati Orno |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Peresmian Bandar Udara di Moa, salah satu derah pada Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dengan memakai nama Bandar Udara Jos Orno– Imsula, nama dari Almarhum Istri Bupati MBD Barnabas Orno beberapa waktu kemarin, ternyata mendapat tanggapan beragam.
Bandar Udara yang dikerjakan awal tahun 2012, dan telah dioperasikan ini,ternyata masih menyimpan banyak persoalan.dan salah satunya adalah perihal penamaan Bandara tersebut.
Masyarakat daerah Moa contohnya, ternyata merasa tidak senang dan sepaham dengan hal ini, bakan ketidak puasan tersebut mereka ungkapkan dalam bentuk kekesalan terhadap apa yang dilakukan oleh bupati Orno.
Hal ini disampaikan oleh Fredy Ulemlem,SH tokoh generasi muda Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), kepada Bedah Nusantara.com Via sms beberapa waktu lalu.
“Mereka mempertanyakan siapa istri bupati orno, dia bukan pahlawan bagi Kabupaten MBD, bahkan juga bukan tokoh MBD. dia hanya masyarakat biasa yang kebetulan suaminya adalah seorang bupati.” Ungkap Fredy
Dijelaskannya, “Dia (Alm. Istri Bupati) kebetulan dipanggil pulang oleh yang mahakuasa pada saat sedang melaksanakan upacara 17 agustus, akan tetapi bukan berarti namanya secara serta merta digunakan sebagai nama bandara Moa”.
Menurut Fredy,peristiwa ini harus disikapi dengan baik oleh DPRD MBD. pasalnya mereka adalah wakil rakyat yang harus lebih peduli terhadap rakyat bukan lebih memilih mengurusi kepentingkan partai masing-masing.
“Saya berharap DPRD MBD janga tipu rakyat karena tanpa rakyat DPRD tidak ada.Kalau tidak ada kepedulian dari DPRD siapa lagi yang mau melihat kepentingan rakyat, sementara bupati kita sudah tidak peduli lagi dengan rakyat apalagi yang bersangkutan sedang sibuk konsulidasi politik untuk menghadapi tanggal 9 desember”.Ungkap Fredy
“Saya kira tambahnya, hal ini harus dijasikan bahan evaluasi oleh rakyat MBD, sehingga masyarakat dapat menilai siapa sebenarnya yang layak menjadi Bupati di MBD lima tahun mendatang.Belum lagi kasus korupsi yang banyak terjadi di MBD, namun hingga kini tidak ada kepastian hukumnya bagi para pelaku Korupsi tersebut, termasuk Bupati Barnabas Orno”.
Olehnya Fredy berharap, agar DPRD MBD jangan mau jadi paduan suara milik Bupati Orno disaat paripurna, wakil rakyat jangan tidur saat sidang soal rakyat, wakil rakyat seharusnya merakyat dan peduli pada nasib rakyat. (BN-08)





