Ambon,Bedahnusantara.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku meminta pertamina untuk menelusuri masalah barcode ganda pada setiap SPBU.
Demikian hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Johan Lewerissa kepada wartawan di Balai Rakyat Karang Panjang, Jumat (1/3/2024).
Dia mengatakan, berdasarkan surat masuk kepada DPRD Provinsi Maluku ada sebagian masyarakat pengguna kendaraan toda dua dan empat yang mengeluh terhadap kesulitan penggunaan barcode saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada setiap SPBU.
“Masih ditemukan barkot ganda, sehingga menyulitkan para pengguna kendaraan roda dan empat untuk mendapatkan BBM,” ujarnya.
Dia mengakui, persoalan barcode ganda harus menjadi bahan evaluasi Pertamina agar tidak merugikan para pengguna kendaraan roda dua dan empat.
“Ini harus menjadi bahan evaluasi dari Pertamina, agar tidak menimbulkan kerugian maupun meresahkan para pengguna kendaraan,” paparnya.
Selain itu, kata dia, ada keluhan yang disampaikan para nelayan karena, ada dua stasiun pengisian BBM namun, hanya satu yang dapat digunakan untuk aktifitas pengisian.
“Para nelayan kesulitan dapat BBM untuk mencari ikan. Sebab, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) hanya dua di Kota Ambon. Tapi, hanya satu yang berfungsi di Dusun Eri,” ungkapnya.
Dengan masalah tersebut lanjut dia, ada nelayan yang kecewa akibat tidal kebagian BBM. Padahal nelayan memperoleh subsidi.
“Nelayan jauh dari SPBU dapat kartu bisa isi di SPBU umum. Mereka dapat rekomendasi dari Dinas Perikanan, tapi tidak dilayani,” terangnya. ( BN )






