Maluku, Bedahnusantara.com: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku telah menggelar Rapat Pleno perdana periode 2020-2025 guna membahas berbagai program kerja dan target kemenangan pada perhelatan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsug pada empat Kabupaten di Maluku.
![]() |
| DPD Golkar Gelar Rapat Pleno, Anos Yeremias Ditetapkan Menjadi Ketua Fraksi Golkar dan Bahas Pilkada 2020 |
Rapat plepno DPD Golkar Maluku ini dilaksanakan pada senin (10/08/20) di kantor DPD Golkar Karang Panjang Kota Ambon.
Barbagai hal penting telah dihasilkan dari rapat Pleno tersebut yang bertujuan untuk kesuksesan dan kemajuan Partai Golkar kedepannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Yusry Ihsa Mahedar atau yang akrab disapa Dade Mahedar, selaku Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Maluku kepada sejumlah awak media.
Mahedar menjelaskan, rapat ini bertema rekonsiliasi, karena banyak informasi diluar sana kalau didalam tubuh Partai Golkar terdapat perpecahan atau perselisiha diantara para kader dan juga Pengurusnya, olehnya lewat program Gerakan Mencintai Partai Golkar, Maka mereka yang merasa bagian dari partai Golkar dan tetap ingin mengabdi harus membesarkan partai Golkar itu.
“Alhamdulilah sudah ada rekonsiliasi yang dilaksanakan dalam rapat pleno tersebut dengan menghadirkan para pihak yang selama ini dikabarkan memiliki persoalan yang menyebabkan maraknya isyu bahwa didalam tubuh partai Golkar terjadi Perpecahan, sehigga mereka semua kemudian dihadirkan di rapat pleno DPD partai Golkar, Senin (10/8) tadi,” Ujar Dade.
Rapat tadi juga lanjutnya, telah menghasilkan sebuag keputusan dalam hal ini tentang penunjukan saudara Anos Yeremias sebagai ketua fraksi partai Golkar di DPRD Maluku, dan hal ini dikuatkan lewat keputusan yang berpedoman kepada PO Nomor 4 Tahun 2010,” Jelasnya.
Menurut Yusri, Ketua fraksi ditunjuk oleh ketua DPD yang ditetapkan didalam rapat pleno, selain itu ada juga sejumlah mandat-mandat yang diberikan terkait dengan tembusan yang diterima oleh DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
Yusry mengatakan, surat dari DPP kepada DPD Golkar Maluku dan tembusan kepada DPD I dan DPD II memiliki sebuah asas perintah yang sesegera mungkin harus dilaksakankan dengan batas waktunya sampai dengan tanggal 31 Agustus mendatang.
” suarat mandat tersebut disampaikan kepada mereka para senior-senior dan teman-teman yang kemarin melakukan aksi gerakan mencintai Golkar, sehingga mereka dilibatkan dalam rombongan mandat-mandat tersebut, yang surat keputusannya telah ditanda tangani secara langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jendral (Sekjen).
Ditambahkannya, guna mensukseskan kemenangan Partai Golkar dalam perhelatan Pilkada nanti, Partai Golkar akan mengirim tim penguatan pemenangan di empat kabupaten di Maluku yang akan melaksanakan pilkada pada Desember 2020 nanti.
Tim tersebut akan melaksanakan berbagai hal terkait kesuksesan dalam pilkada, yang mana tugas dari team yang diutus itu diantaranya. untuk melakukan penyusunan meteri penguatan, pembobotan, strategi dan segala hal yang menjadi rahasia pada Golkar untuk dimainkan oleh tim-tim pemenangan pada ke empat kabupaten.
Katika ditanya terkait rekomendasi partai Golkar, Mahedar menyatakan ” Soal rekomendasi dipastikan Partai Golkar akan mengikuti Perhelatan Pilkada pada empat kabupaten yaitu, Aru, MBD, SBT dan Buru Selatan (Bursel). Sehingga jika ditanya terkait rekomendasi secara teknis tentunya Draf B1 KWK akan diserahkan kepada masing-masing orang yang telah direkomendasi oleh partai Golkar,”Ungkap Yusri.
Sekain itu, kata Yusri menambahkan, Partai Golkar telah memastikan sesuai dengan instruksi DPP yakni dalam Pilkada nanti partai Golkar harus 60% menang dimana dari empat Kabupaten yang laksanakan Pilkada kita harus menang pada tiga Kabupaten.
“saya yakin sungguh perhelatan ini kita bisa menang di 4 kabupaten/kota, kalau ada yang merasa Golkar akan head to head dengan partai lain. Saya ingin mengatakan bahwa kita tidak ada head to head. Golkar tidak pernah menganggap partai ini dan atau partai itu sebagai lawan kita, sebab kami tidak mengenal istilah head to head dengan partai politik A atau partai politik B,”Ujar Yusri.
“Sekali lagi saya tekankan sebagai Ketua Bidang Organisasi, kita tidak ada head to head dengan partai-partai lain. Kita head to head dengan rakyat untuk hadir memilih kandidat dari partai Golkar,”Tegas Yusri.
Yusri menghimbau sebagai ketua organisasi saya kepada seluruh kader partai Golkar yang ada di empat kabupaten untuk tertib barisan mengamankan surat keputusan DPP yang akan diturunkan nanti.
“Kalau ada yang melakukan tindakan-tindakan di luar surat tersebut pasti ada sanksi, dan kader-kader dari partai Golkar pasti tahu sanksi apa yang akan di berikan kepada mereka,” Tegasnya.(BN-04)






