Dorong Kepemilikan KIA dan KTP Elektronik, Disdukcapil Ambon Andalkan Inovasi Layanan di Tengah Keterbatasan Anggaran

IMG 9336 scaled

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan bagi masyarakat, khususnya pelajar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Hanny M.S. Tamtelahitu, saat wawancara di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2026).

Hanny menjelaskan bahwa program pelayanan administrasi kependudukan menyasar pelajar tingkat SLTP hingga SLTA. Meski kewenangan utama berada pada tingkat kota untuk pelajar SLTP, pihaknya juga membuka peluang bagi pelajar SLTA yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Untuk pelajar SLTP memang menjadi fokus kita di tingkat kota, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi siswa SLTA yang sudah berhak untuk memperoleh KTP elektronik. Puji Tuhan, cakupan kepemilikan terus meningkat karena banyak sekolah yang sudah dituntaskan proses pendataannya, dokumennya sudah selesai, dan bahkan telah diserahkan langsung ke sekolah-sekolah,” ungkap Hanny.

Ia menambahkan, setiap tahun Disdukcapil Ambon terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan guna mempermudah masyarakat. Pada tahun 2026 ini, salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem pelayanan berbasis “Encilin”, yang dirancang untuk mempercepat proses penerbitan dokumen kependudukan.

“Memang setiap tahun kita harus menghadirkan inovasi. Tahun ini kita menggunakan pendekatan yang lebih sederhana namun efektif, agar pelayanan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Harapan kami, dengan inovasi ini, seluruh anak-anak yang berhak mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA) dapat terlayani dengan baik tanpa hambatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hanny menegaskan bahwa peningkatan cakupan kepemilikan KIA menjadi salah satu target utama yang terus dievaluasi setiap tahun. Melalui evaluasi kinerja tersebut, Disdukcapil dapat mengukur sejauh mana pencapaian yang telah diraih serta menentukan langkah perbaikan ke depan.

“Setiap tahun ada evaluasi, dan dari situ kita bisa melihat posisi capaian Kota Ambon. Kami terus berupaya agar cakupan kepemilikan KIA semakin meningkat, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran yang membatasi ruang gerak, terutama untuk program jemput bola,” katanya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan komitmen Disdukcapil dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Tentu ada keterbatasan, tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk tetap melayani. Kami berupaya agar setiap masyarakat tetap bisa mendapatkan dokumen kependudukan dengan cara-cara yang memungkinkan,” tegasnya.

Terkait ketersediaan blanko, Hanny menyampaikan bahwa untuk KIA saat ini masih mengalami kekosongan dan tengah diupayakan pemenuhannya. Sementara itu, untuk blanko KTP elektronik, pengadaan dilakukan melalui mekanisme hibah dari pemerintah pusat.

“Kalau blanko KIA memang sementara kosong dan sedang diupayakan. Tetapi untuk KTP elektronik, itu merupakan hibah dari pusat. Kita hanya melaporkan kebutuhan dan kondisi ketersediaan, dan biasanya permintaan kita dipenuhi sesuai jumlah yang diajukan,” jelasnya.

Dengan berbagai upaya dan inovasi yang terus dilakukan, Disdukcapil Kota Ambon optimistis pelayanan administrasi kependudukan akan semakin baik, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pemilik identitas resmi negara. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan