Disinyalir Staf Khusus Gubernur, Tangani Proyek Air Bersih Bermasalah Di Negeri Mahia

Ambon, Bedahnusantara.com: 

Ketersediaan air bersih menjadi sesuatu yang penting untuk dihadirkan dalam kehidupan masyarakat pada umumnya, Sebab air bersih telah menjadi salah satu kebutuhan primer yang fital bagi keberlangsungan hidup manusia.

air%2Bmahia
Foto Lokasi Proyek Air Bersih Di Negeri Mahia


Akan tetapi apalah jadinya jika proyek pembangunan air bersih milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku pada daerah Negeri Mahia, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon terindikasi sarat rekayasa dan penyalah gunaan kewenangan. 


Bahkan apa yang terjadi pada proyek pembangunan air bersih milik Balai WiAlayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku pada daerah Negeri Mahia ini, terkesan sama dengan proyek air berish yang terjadi di Negeri Hallong, Kecamatan Baguala Kota Ambon yang juga terindikasi sarat rekayasa dan penyalah gunaan kewenangan.


Dalam penulusurannya, team Media Bedahnusantara.com mendapati sejumlah fakta yang mencengangkan dan tidak dapat diterima dalam tataran aturan normatif. pada proyek air bersih di Negeri Mahia tersebut.


Yakni berdasarkan keterangan sejumlah masyarakat bahwasannya, proyek air bersih di Negeri Mahia ini adalah proposal masyarakat namun ada proses yang tidak wajar yang dilakukan oleh oknum-oknum pelaksanan antara lain; Kepala kampung dan pihak pelaksana (BWS) maupun Kontraktor tidak pernah melakukan pertemuan dengan masyarakat dalam rangka pekerjaan awal samapai saat ini, ada Indikasi dugaan Kong Kali kong antara Kepala kampung dengan pihak Kontraktor yang kemudian melakukan Interfensi kepentingan pribadi dan kelompoknya dalam proses pekerjaan, yang berikutnya, Pembangunan Proyek Air bersih ini tidak sesuai pengusulan proposal (rencana Awal lokasi) dan Lokasi pembangunan skarang tidak minta ijin pemilik lokasi.


Fakta kedua yang ditemui oleh team Bedahnusantara.com adalah bahwa,terdapat sejumlah hal yang menjanggal dan terkesan tidak transparan, dimulai dari papan proyek yang tidak mencantumkan lama masa kerja, atau jangka waktu pengerjaan proyek tersebut,padahal dalam mekanisme aturan diwajibkan mencantumkan jangka waktu kerja. Dan yang lebih parahnya lagi kini papan proyek tersebut telah dicabut dari lokasi.


Padahal tersebut diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 ” Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan bahkan tercantum juga dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2012 tentang perubahan PPNomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, juga Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 29/PRT/M/2006 ” Tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bagunan Gedung (Permen PU 29/2006) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 12/PRT/M/2014 ” Tentang Penyelengaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

air%2Bmahia%2B2
Foto Lokasi Proyek Air Bersih Di Negeri Mahia



Tak hanya itu, dalam investigasi dan konfirmasi dilapangan, ternyata terdapat persoalan yang fatal yakni bahwa proyek pembangunan air bersih tersebut telah terhenti selama kurang lebih tiga bulan lamanya disebabkan oleh diberhentikannya pekerja pengeboran tanpa ada alasan yang jelas (pengakuan sejumlah warga).


” dulu ada sekitar tiga bulan lalu kalau seng salah, orang yang kerja pengeboran ini, tapi donk tiba-tiba stop. Cuma katong seng tahu kanapa donk stop karja, dengar-dengar katanya ada masalah dengan donk punya bos,” Ungkap masyarakat Mahia yang dikonfirmasi Media Bedahnusantara.com.


Fakta ketiga yang diperoleh oleh team adalah bahwa, pembangunan proyek air bersih ini, telah dilakukan pergantian pekerja pengeboran (Sesuai keterangan masyarakat), yang mana pada tiga bulan lalu, pihak yang melakukan pengeboran telah diberhentikan secara sepihak, tanpa ada alasan yang jelas. yang kemudian saat ini telah terjadi pemindahan titik pengeboran yang kemudian didasarkan karna konflik dengan pemilik lahan.


Fakta lain yang tidak kalah mencengangkan adalah bahwa, berdasarkan keterangan sejumlah masyarakat, proyek air bersih ini sendiri disinyalir dipegang (dikerjakan) oleh seorang staf khusus Gubernur Maluku, namun menggunakan perusahan milik orang lain.


” Yang katong dengar bahwa pekerjaan proyek ini dipegang oleh orang di kantor Gubernur Maluku, antua jabatan staf khusus, cuma katong seng tahu staf khusus apa. Tapi dilapangan katong juga dengar bahwa ini proyek yang kerja adalah kontraktor yang di Kudamati, jadi memang akan sedikit simpang siur, tapi yang pasti pekerjaan ini memang bermasalah sudah sejak lama,”. Ungkap sejumlah masyarakat.

air%2Bmahia%2B3
Foto Lokasi Proyek Air Bersih Di Negeri Mahia



Yang mengherankan menurut masyarakat, jika proyek ini miliki orang dekat Gubernur Maluku, maka ada apa dengan proyek air bersih ini. Sebab dari awal hal ini yang katong tahu dikerjakan oleh orang PU (Balai Wilayah Sungai), tapi kenapa sekarang malah orang dekat Gubernur yang menangani proyek ini.


” Katong awal tahunya orang PU (Balai Wilayah Sungai) yang kerja sesuai yang ada di Papan proyek sana itu. cuma yang jadi heran sekarang adalah, kok bisa proyek ini jadi dikerjakan oleh orang dekat Gubernur? pantasan saja, ketika proyek ini berjalan ada banyak hal yang seng transparan bagi katong masyarakat, bahkan donk karja iko pung mau tanpa hargai masyarakat dan juga pemilik lahan yang kemudian jadi hal.” Ungkap masyarakat. (BN-07)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan