Dinkes Ambon Perkuat Pembinaan Kesehatan Jamaah Haji Pra Lansia dan Lansia

IMG 20260126 WA0017

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pembinaan kesehatan menjadi bagian penting dalam persiapan ibadah haji, khususnya bagi jamaah pra lansia dan lansia yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi. Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kesehatan Kota Ambon terus mengintensifkan program pembinaan sebagai langkah promotif dan preventif menjelang keberangkatan haji.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Norimarna, saat diwawancarai di Kantor Balaikota Ambon, Kamis (19/2/2026), menjelaskan bahwa pembinaan kesehatan tidak hanya sebatas pemeriksaan medis, tetapi juga edukasi menyeluruh agar jamaah siap secara fisik dan mental dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Pembinaan kesehatan ini sangat penting, terutama bagi jamaah pra lansia dan lansia. Mereka perlu memahami bagaimana cara menjaga kesehatan selama perjalanan dan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, termasuk kiat mencegah dan mengatasi masalah kesehatan sesuai riwayat penyakit masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kegiatan pembinaan, jamaah dapat mendeteksi secara dini kondisi kesehatannya. Pemeriksaan terhadap penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan penyakit penyerta lainnya dilakukan agar dapat dikendalikan sebelum keberangkatan.

“Dengan deteksi dini, jamaah yang memiliki risiko penyakit tertentu bisa segera mendapatkan pengobatan dan pengendalian yang tepat. Ini penting untuk mencegah kondisi darurat medis saat pelaksanaan ibadah haji,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, jamaah juga mendapatkan edukasi terkait kepatuhan minum obat, pengaturan aktivitas fisik, serta pemantauan kondisi tubuh secara mandiri. Edukasi pencegahan risiko selama haji juga menjadi fokus, termasuk cara menghindari dehidrasi, kelelahan, heat stroke, hingga infeksi saluran pernapasan akibat cuaca panas dan kepadatan jamaah.

Dinkes juga mendorong peningkatan kebugaran fisik melalui latihan terprogram agar daya tahan tubuh jamaah semakin baik. Dengan kondisi fisik yang prima, risiko pingsan, jatuh, maupun komplikasi akibat aktivitas ibadah yang cukup berat dapat ditekan.

Lebih lanjut, dr. Johan menegaskan bahwa pembinaan kesehatan tidak hanya berdampak pada masa persiapan haji, tetapi juga membawa manfaat jangka panjang bagi para jamaah.

“Yang kami harapkan adalah perubahan pola hidup sehat yang berkelanjutan. Jamaah menjadi lebih rutin berolahraga ringan, pola makan lebih terkontrol dengan mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak, serta lebih patuh dalam kontrol kesehatan dan konsumsi obat,” katanya.

Dengan pola hidup yang lebih sehat, kondisi penyakit kronis dapat lebih stabil, risiko komplikasi jangka panjang menurun, dan para lansia tetap aktif serta produktif dalam aktivitas sehari-hari. Kualitas hidup pun meningkat karena kesehatan fisik dan mental lebih terjaga.

Melalui pembinaan kesehatan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Ambon optimistis jamaah haji, khususnya pra lansia dan lansia, dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan