Dedikasi Tanpa Pamrih Opa Nicko Silooy, Dari Batu Capeo Menuju Panggung Penghargaan Lingkungan

E36BE51D F36B 4369 BA0F 5C2450918BE0

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Di tengah hiruk pikuk pembangunan Kota Ambon, terselip kisah sederhana namun sarat makna dari seorang warga lanjut usia yang telah mengabdikan dirinya bagi kebersihan lingkungan selama puluhan tahun. Sosok itu adalah Opa Nicko Silooy, warga Batu Capeo, yang kini dikenal sebagai salah satu “Pahlawan Kebersihan” Kota Ambon.

Sore ini, suasana hangat terasa dalam pertemuan bersama Opa Nicko. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan arahan dari Wali Kota Ambon terkait rencana pemberian penghargaan Pahlawan Kebersihan Kota Ambon sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa yang telah ia tunjukkan selama ini. Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kontribusi nyata yang telah memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Kisah Opa Nicko bukanlah cerita yang instan. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, ia telah membersihkan ruas jalan dan lingkungan di sekitar Batu Capeo selama puluhan tahun. Yang membuat kisah ini semakin istimewa adalah fakta bahwa semua itu dilakukan tanpa bayaran, tanpa fasilitas, dan tanpa sorotan publik. Ia bekerja dalam diam, menjadikan kebersihan sebagai bagian dari panggilan hidupnya.

Dalam perbincangan santai, Opa Nicko mengungkapkan bahwa motivasi awalnya sangat sederhana. Ia mengumpulkan sampah organik seperti daun-daun kering, bukan sekadar untuk dibersihkan, tetapi untuk dimanfaatkan kembali. Daun-daun tersebut digunakan sebagai bahan bakar untuk membakar batu karang. Dari proses itulah, perlahan namun pasti, ia mampu mengolah batu karang menjadi material yang kemudian digunakan untuk menata lingkungan di sekitar rumahnya.

Hasil kerja keras itu kini dapat disaksikan secara nyata. Tanpa bantuan alat berat, tanpa teknologi modern, dan hanya bermodalkan bahan alami dari lingkungan sekitar, Opa Nicko berhasil membangun landscape di area tempat tinggalnya. Penataan tersebut tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan menjaga lingkungan.

Dedikasi panjang ini pun akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (30/4/2026), menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sosok Opa Nicko.

Menurutnya, apa yang dilakukan Opa Nicko merupakan bentuk kepedulian lingkungan yang tulus dan konsisten, sesuatu yang tidak mudah ditemukan di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini. Ia menegaskan bahwa DLHP Kota Ambon akan mengusulkan Opa Nicko untuk mengikuti ajang penghargaan Kalpataru, sebuah penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada individu atau kelompok yang berjasa dalam pelestarian lingkungan.

“Beliau adalah contoh nyata bahwa menjaga lingkungan tidak harus menunggu program besar atau bantuan pemerintah. Dari langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus, dampaknya bisa sangat besar. Kami akan mengusulkan beliau dalam ajang penghargaan Kalpataru sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya,” ungkap Gaspersz.

Lebih lanjut, ia berharap kisah Opa Nicko dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya di Kota Ambon, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah dan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

Kisah hidup Opa Nicko Silooy menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus terlihat besar di mata publik. Terkadang, tindakan sederhana yang dilakukan dengan hati dan konsistensi justru memiliki dampak yang jauh lebih luas. Dari jalanan di Batu Capeo, semangat itu kini menyebar, menginspirasi, dan memberi harapan bahwa lingkungan yang bersih dan lestari dapat dimulai dari satu orang yang peduli.

Dengan segala dedikasi dan ketulusannya, Opa Nicko bukan hanya layak disebut sebagai Pahlawan Kebersihan Kota Ambon, tetapi juga simbol keteguhan dan cinta terhadap lingkungan yang patut diteladani oleh generasi sekarang dan yang akan datang. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan