Ambon, Bedahnusantara.com: Pelayanan Ijin Keluar Kota Ambon khusus anak oleh Satgas Covid-19 Kota Ambon, masih marak dengan keterlambatan dan sikap ketidak disiplinan petugas.
![]() |
| Datang Terlambat Disertai Pelayanan Yang Lambat, Ketua Satgas dan Kepala BNPB Diminta Evaluasi Lewaherila |
Hal tersebut terpantau saat Bedahnusantara.com, melakukan penelusuran langsung keloket pelayanan Ijin keluar Kota Ambon, pada lokasi Aula pemkot Ambon.
Dalam pemantauan media ini, terlihat oknum petugas yang bernama Peter Lewaherila belum berada dilokasi Padahal jam pelayanan sudah mesti dimulai sejak pukul 09:00 Wit, akan tetapi nampak sudah pukul 10:45 Wit. Oknum petugas yang sebelumnya melakukan protes atas publikasi kinerjanya di media ini, belum juga terlihat.
Disamping itu, nampak sudah banyak berkas milik para pelaku perjalanan yang sudah berada pada meja pelayanan, dan sementara didata oleh pegawai bernama Soleman. Akan tetapi secara format dan sistem, komputer serta kelengkapan lain tidak bisa dilakukannya, diakibatkan oleh belum datangnya Peter Lewaherila yang memegang sistem tersebut.
Menyikapi hal tersebut, sejumlah pelaku perjalanan menyatakan kekecewaanya dan menyesalkan sikap serta pelayanan yang dianggap tidak profesional ini.
Ditempat lain, pimpinan Media Redaksi bedahnusantara.com, Norina Rehatta, Memintakan agar Sekot Ambon dan juga kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Ambon, untuk segera melakukan penggantian dan pemberhentian tugas pelayanan tersebut dari Peter Lewaherila.
” Sekot Ambon, mesti segera ambil langkah sebagai ketua Satgas Covid-19 Kota Ambon, sebab lambatnya pelayanan oleh oknum Peter Lewaherila akan sangat merugikan banyak orang, disamping itu, yang bersangkutan (Peter Lewaherila,Red) sering terlambat datang dengan dalil menyelesaikan dulu tugas di BNPB,” ungkap Rehatta.
Bagi kami, Pemkot Ambon telah mengupayakan yang terbaik bagi masyarakat. Sehingga jika ada sikap dan kinerja seperti yang ditunjukan oleh Peter Lewaherila ini, akan sangat memperburuk citra Pemkot dimata masyarakat Kota.
” Pegawai seperti ini mesti dievaluasi, sehingga kedepan akan memberi efek domino kepada pegawai lainnya juga yang ketika dipercayakan tetapi tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” Jelas Rehatta.
Lebih baik,lanjutnya, Oknum Peter Lewaherila ini, jangan ditugaskan lagi dipelayanan publik seperti ini, sebab sudah terbukti dan aspek komunikasi publik, pelayanan, etos kerja,kedisiplinan, sama sekali tidak dapat dijadikan contoh dan tauladan.
” Minimal Pemkot Ambon dalam hal ini, Wakota, Sekot dan Kepala BKD, serta pimpinan OPD yang lain dapat mengambil pelajaran dari peristiwa pelayanan terpadu yang dilakukan oleh oknum Peter Lewaherila, agar kedepan jika ada oknum pegawai yang seperti demikian. Maka harus berani ditindak dan didisiplinkan,” Tandasnya. (BN-03)






