Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi 30 desa dan negeri di Kota Ambon pada tahun anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini bahkan tercatat lebih rendah dibandingkan alokasi yang diterima pada tahun 2023.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon, Jacob Silanno, mengungkapkan bahwa berdasarkan pagu anggaran yang diterima pemerintah kota, total DD dan ADD tahun 2026 mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“DD dan ADD sesuai daftar yang kami terima memang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Silanno kepada media ini, Jumat (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2023 alokasi ADD tercatat sebesar Rp67.589.651.800, dengan total gabungan DD dan ADD mencapai Rp98.069.736.800. Angka tersebut kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2024, di mana DD dialokasikan sebesar Rp31.238.989.000 dan ADD Rp72.077.802.262, dengan total anggaran mencapai Rp103.316.791.263.
Kenaikan kembali terjadi pada tahun 2025 dengan nilai yang cukup signifikan. Pada tahun tersebut, DD tercatat sebesar Rp33.818.029.000, sementara ADD mencapai Rp73.090.479.310, sehingga total keseluruhan anggaran DD dan ADD menjadi Rp106.908.499.310.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada tahun 2026. Silanno menyebutkan, alokasi DD turun menjadi Rp29.283.492.000, sementara ADD juga mengalami penurunan menjadi Rp61.777.419.900. Dengan demikian, total anggaran DD dan ADD tahun 2026 hanya mencapai Rp91.060.911.900.
“Penurunan tahun 2026 ini cukup jauh, bahkan totalnya lebih rendah dibandingkan tahun 2023,” tegas Silanno.
Penurunan alokasi tersebut berpotensi berdampak pada pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa dan negeri di Kota Ambon, mengingat DD dan ADD selama ini menjadi sumber utama pendanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa. (BN Grace)





