![]() |
| Bahaya Penyakit Difteri |
Ambon, Bedahnusantara.com: Kasus luar biasa (KLB) penyebaran penyakit difteri yang telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil sikap dengan menghimbau seluruh masyarakat untuk mengikuti imunisasi secara berkala pada puskemas maupun posyandu setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Kota Ambon Dr Wendy Pelupessy kepada sejumlah awak media, di ruangan kerjanya, Kamis (18/1) menjelaskan, terkait dengan penyakit difteri yang menular dan mematikkan ini pemerintah pusat mulai menggalangkan imunisasi secara berkala bagi seluruh daerah di Indonesia mulai dari usia 0 bulan sampai dengan 19 tahun.
“Minimal 1 kecamatan harus diumunisasi dari 0 sampai 19 tahun itu yang ditanggung oleh pemerintah, karena imunisasi yang dilakukan oleh masyarakat selama ini tidak lengkap,”terangnya.
Namun untuk usia diatas 19 tahun terang Wendy, perlu melakukan imunisasi mandiri atas panduan pihak Ruma sakit
“artinya mereka membeli obat vaksinasi ini sendiri, dengan meminta bantuan kepada petugas untuk menggunakan vaksin imunisasi ini, karena pemerintah hanya menanggung biaya imunisasi bagi umur 0 bulan sampai dengan 18 tahun,”tambah dia.
Wendy melanjutkan, himbauan terkait wabah penyakit tersebut telah dilakukan beberapa waktu kemarin dengan meminta warga memperhatikan bayi masing-masing untuk langka vaksinasi.
“makanya kenapa kemarin katong dengan mobil katong himbau untuk semua masyarakat Kota Ambon tolong dilihat kembali misalnya bayi atau balita yang dirumah belum dapat 4 kali vasksinasi difetri harus dibawah ke puskesmas” tegas Dia
Menurut dia, pengertian dari dilakukannya vaksin berkala selama 4 kali di mulai dari beberapa tahapan umur.
“Yang pertama sampai dengan 0, 2, 3 sampai 4 bulan kemudian bosternya itu 18 bulan dilanjutkan dengan imunisasi lengkap dari siswa SD kelas 1 sampai dengan kelas 5,”ujar dia.
Dia menambahkan, pihaknya selama ini telah melakukan langkah awal yakni dengan program BIAS atau bulan imunisasi di sekolah-sekolah, namun terkadang orang tua keberatan jika anaknya diimunisasi.
“Orang tua seng (tidak) mau anaknya dapat imunisasi ini padahal penyakit ini bisa menyebar atau menular sehingga bisa mengakibatkan kematian, karena menyumbat saluran pernapasan,” tutup dia.(BN-08)






