Bodewin Wattimena Bacakan Sambutan Menpora, Pemuda Indonesia Diminta Perkuat Patriotisme dan Kepedulian

IMG 6635 scaled

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, patriotisme, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Pesan tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, pada Upacara Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

Dalam sambutan tersebut, Erick Thohir mengingatkan kembali peristiwa bersejarah 98 tahun silam, ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan janji persatuan yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda dinilai tidak boleh berhenti sebagai kenangan sejarah, tetapi harus terus hidup dalam karakter dan tindakan nyata setiap generasi penerus bangsa.

Pesan itu menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Di tengah perbedaan latar belakang, budaya, dan pandangan, pemuda Indonesia diharapkan mampu menjaga komitmen kebangsaan serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Bodewin Wattimena saat membacakan sambutan Menpora menyampaikan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan gedung, kecanggihan teknologi, ataupun kekayaan material. Kemajuan sejati justru berawal dari kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang patriotik, gigih, dan berempati. Ketiga karakter tersebut dinilai penting untuk membangun Indonesia yang tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi moral dan kemanusiaan yang kuat.

Sikap patriotik, menurut pesan dalam sambutan tersebut, harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa. Kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, melainkan perlu dibuktikan melalui kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara itu, kegigihan menjadi modal penting bagi pemuda untuk menghadapi tantangan. Generasi muda diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak terpuruk ketika mengalami kegagalan, serta terus berusaha memberikan hasil terbaik bagi masa depan bangsa.

Selain patriotisme dan kegigihan, empati juga menjadi karakter yang harus terus ditumbuhkan. Pemuda diharapkan tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kesulitan masyarakat dan bersedia memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.

Sambutan Menpora juga mengingatkan bahwa patriotisme tanpa kepedulian dapat kehilangan makna, sedangkan kegigihan tanpa nurani dapat kehilangan arah. Kemajuan yang tidak disertai nilai kemanusiaan pun tidak dapat disebut sebagai kemajuan yang sesungguhnya.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, generasi muda diajak menjadikan ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan sebagai bukti kecintaan kepada Indonesia.

Momentum bersejarah tersebut diharapkan mampu mendorong pemuda untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dengan semangat pengabdian dan kepedulian sosial.

Pesan yang disampaikan dalam sambutan Erick Thohir itu menegaskan bahwa masa depan Indonesia bukan sekadar sesuatu yang akan dihadapi, melainkan sesuatu yang harus dibangun bersama melalui kerja keras, persatuan, dan kontribusi nyata seluruh generasi bangsa. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan