Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Upaya pengembangan pelayanan air bersih di kawasan Benteng Karang, Kota Ambon, disebut telah memasuki tahap persiapan teknis. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Yapono mengklaim telah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung penyambungan air bersih ke rumah-rumah warga, mulai dari pemeriksaan kondisi lapangan, kajian teknis, hingga penyiapan jaringan distribusi.
Namun, kesiapan tersebut belum sepenuhnya berlanjut pada realisasi penyambungan ke rumah masyarakat. Hingga Selasa (27/10/2026), pihak Perumda Tirta Yapono menyebut belum ada calon pelanggan yang datang melakukan pembayaran biaya penyambungan berdasarkan hasil perhitungan teknis.
Direktur Perumda Tirta Yapono, Drs. Pieter Saimima, saat diwawancarai melalui telepon, Selasa (27/10/2026), menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung rencana pengembangan pelayanan air bersih di kawasan tersebut.
Menurutnya, tim teknis telah turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi jaringan, melakukan kajian, serta menilai kebutuhan penyambungan air ke masing-masing rumah warga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemasangan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan calon pelanggan.
Saimima mengungkapkan, masyarakat di kawasan Benteng Karang juga telah melakukan pendaftaran untuk menjadi pelanggan. Akan tetapi, proses tersebut belum ditindaklanjuti dengan pembayaran biaya pemasangan sambungan rumah sebagaimana hasil perhitungan tim teknis.
“Semua sudah kita siapkan. Kajian lapangan pun telah dilakukan oleh tim teknis dan masyarakat sudah mendaftar. Hanya sampai hari ini belum ada satu pun yang datang untuk melakukan pembayaran terkait hasil perhitungan teknis dalam perencanaan sambungan ke masing-masing warga,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pihak Perumda Tirta Yapono pada prinsipnya siap menindaklanjuti permohonan masyarakat yang ingin memperoleh layanan air bersih. Karena itu, setelah calon pelanggan menyelesaikan tahapan yang diperlukan, pihaknya dapat melanjutkan proses sesuai hasil pemeriksaan teknis dan ketentuan yang berlaku.
Saimima bahkan menyampaikan bahwa dirinya telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan perkembangan persiapan pelayanan air bersih di kawasan tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Meski demikian, ia menilai realisasi penyambungan juga membutuhkan tindak lanjut dari masyarakat, terutama dalam hal kepastian untuk menjadi pelanggan dan penyelesaian biaya pemasangan.
“Kalau masyarakat sudah datang untuk berlangganan, pasti kita tindak lanjuti. Sampai hari ini belum ada tanggapan positif dari masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengembangan layanan air bersih di Benteng Karang tidak hanya berkaitan dengan kesiapan jaringan dan pekerjaan teknis, tetapi juga menyangkut tahapan administrasi serta kepastian calon pelanggan untuk melanjutkan proses penyambungan.
Di sisi lain, kejelasan mengenai mekanisme pendaftaran, hasil survei, rincian biaya, dan tahapan pembayaran menjadi hal penting yang perlu dipahami masyarakat. Informasi yang terbuka dapat membantu warga mengetahui secara pasti apa saja yang perlu disiapkan sebelum sambungan air dipasang ke rumah masing-masing.
Terlebih, pengembangan layanan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, komunikasi antara Perumda Tirta Yapono dan warga perlu terus dibangun agar setiap tahapan yang telah dipersiapkan dapat dipahami secara baik oleh calon pelanggan.
Saimima menegaskan, Perumda Tirta Yapono siap menindaklanjuti warga yang ingin menjadi pelanggan. Dengan demikian, masyarakat yang telah mendaftar diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak perusahaan daerah untuk memperoleh penjelasan mengenai hasil kajian teknis dan prosedur penyambungan.
Ke depan, kejelasan tahapan serta komunikasi yang efektif diharapkan dapat membantu mendorong realisasi pelayanan air bersih di kawasan Benteng Karang, sehingga persiapan yang telah dilakukan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat berlanjut sesuai kebutuhan dan kesiapan masyarakat. (BN Grace)









