Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat sektor kesehatan terus ditunjukkan melalui berbagai langkah strategis. Salah satu agenda besar yang kini tengah dipersiapkan adalah peningkatan status Puskesmas Hutumuri menjadi Rumah Sakit Tipe D, guna memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah jazirah Leitimur Selatan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan kunjungan benchmarking ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan rumah sakit, standar pelayanan medis, tata kelola kelembagaan, manajemen sumber daya manusia, hingga kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses peningkatan status fasilitas pelayanan kesehatan.
Rombongan dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Yankes dan SDMK), Yapie Lewier, Kepala Puskesmas Hutumuri dr. Bony Pattipawaey, serta tim teknis dari Puskesmas Hutumuri yang selama ini terlibat dalam proses pengembangan layanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (10/5/2026), mengatakan kunjungan benchmarking tersebut merupakan bagian dari langkah konkret Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan seluruh tahapan peningkatan status Puskesmas Hutumuri berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, transformasi Puskesmas Hutumuri menjadi rumah sakit tipe D bukanlah pekerjaan sederhana, karena menyangkut banyak aspek teknis maupun administratif yang harus dipenuhi secara matang.
“Ini bukan sekadar mengganti nama atau status fasilitas kesehatan, tetapi bagaimana kita benar-benar mempersiapkan sebuah institusi pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan lebih luas, lebih lengkap, dan lebih profesional kepada masyarakat. Karena itu kami datang langsung untuk belajar dari rumah sakit yang telah lebih dulu berkembang dan memiliki sistem yang baik,” ujar Norimarna.
Ia menjelaskan, RSUD Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai memiliki sistem pelayanan kesehatan yang cukup maju, tata kelola rumah sakit yang baik, serta pengalaman dalam pengembangan layanan yang dapat menjadi referensi bagi Kota Ambon.
Selama kunjungan tersebut, tim Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan pengamatan langsung terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari manajemen instalasi rawat jalan, rawat inap, pelayanan gawat darurat, sistem rujukan pasien, pengelolaan farmasi, sistem rekam medis, manajemen keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia tenaga kesehatan.
Selain itu, tim juga mempelajari berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam proses peningkatan fasilitas kesehatan dari puskesmas menjadi rumah sakit tipe D, termasuk standar bangunan, jumlah tempat tidur, kelengkapan alat kesehatan, kompetensi tenaga medis dan paramedis, hingga dukungan regulasi dari pemerintah daerah.
Norimarna menegaskan, peningkatan status Puskesmas Hutumuri merupakan salah satu program strategis yang telah dirancang Dinas Kesehatan Kota Ambon untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.
Menurutnya, wilayah Leitimur Selatan memiliki cakupan pelayanan yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, sehingga dibutuhkan fasilitas kesehatan dengan kapasitas pelayanan yang lebih besar dan lebih lengkap.
“Selama ini masyarakat di wilayah Leitimur Selatan, ketika membutuhkan pelayanan lanjutan, harus dirujuk ke rumah sakit yang berada di pusat kota. Tentu ini membutuhkan waktu, biaya, dan akses transportasi yang tidak selalu mudah. Karena itu kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih representatif melalui pengembangan Puskesmas Hutumuri,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan rumah sakit tipe D nantinya tidak hanya akan melayani masyarakat Hutumuri, tetapi juga dapat menjangkau sejumlah desa dan kawasan lain di jazirah Leitimur Selatan, sehingga pemerataan pelayanan kesehatan di Kota Ambon dapat semakin optimal.
Lebih lanjut Norimarna mengatakan, hasil dari benchmarking di RSUD Kabupaten Malang akan menjadi bahan evaluasi, kajian teknis, sekaligus referensi penting dalam penyusunan roadmap peningkatan status Puskesmas Hutumuri.
Pihaknya juga akan melakukan penyesuaian terhadap berbagai kebutuhan, baik dari sisi infrastruktur, pengadaan alat kesehatan, penyiapan tenaga medis, penguatan sistem manajemen, hingga dukungan kebijakan dari Pemerintah Kota Ambon.
“Kami ingin seluruh proses ini dilakukan secara bertahap tetapi terukur. Target kami bukan hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi benar-benar menghadirkan fasilitas kesehatan yang siap beroperasi dengan standar rumah sakit dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia optimistis dengan dukungan Pemerintah Kota Ambon, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak terkait, rencana peningkatan status Puskesmas Hutumuri menjadi Rumah Sakit Tipe D dapat terealisasi dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan di Kota Ambon.
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat. Ketika fasilitas kesehatan semakin baik, akses semakin dekat, pelayanan semakin cepat, maka kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat. Itu yang sedang kami perjuangkan,” tutup Norimarna. (BN Grace)





