Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Respons cepat kembali ditunjukkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon saat menangani insiden kebakaran yang terjadi di lingkungan SMP Kristen Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (10/5/2026).
Peristiwa yang sempat mengundang perhatian warga sekitar itu dilaporkan pertama kali melalui layanan darurat 112 oleh seorang warga bernama Pak Yoska pada pukul 14.36 WIT. Informasi yang diterima petugas langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan armada menuju lokasi kejadian.
Hanya membutuhkan waktu empat menit, tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 14.40 WIT dan langsung melakukan assessment awal sebelum memulai proses pemadaman. Kecepatan respons tersebut menjadi faktor penting sehingga api tidak sempat merembet ke bangunan lain di lingkungan sekolah.
Berdasarkan laporan lapangan, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di area gudang sekolah. Kepulan asap yang muncul dari bagian belakang bangunan sempat membuat panik warga dan sejumlah pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Diponegoro.
Dalam operasi pemadaman itu, regu yang bertugas yakni Platon B bergerak cepat melakukan penyisiran titik api sekaligus mengamankan area sekitar agar proses pemadaman dapat berlangsung aman dan terkendali.
Untuk menjinakkan kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengerahkan tiga unit armada pemadam. Dua unit mobil pemadam diberangkatkan dari markas komando utama dengan dukungan 15 personel, sementara satu unit tambahan diterjunkan dari Pos Passo dengan kekuatan empat personel.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (10/5/2026), membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Menurut Alfredo, laporan yang masuk langsung direspons cepat oleh petugas sesuai standar operasional penanganan keadaan darurat.
“Begitu laporan diterima melalui layanan 112, personel langsung bergerak ke lokasi. Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik di gudang sekolah. Syukur api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya,” ungkap Alfredo.
Ia menjelaskan, proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih 40 menit. Setelah dilakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan, situasi akhirnya dinyatakan aman pada pukul 15.20 WIT.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut, pihak pemadam kebakaran masih melakukan pendataan terkait kerusakan bangunan maupun nilai kerugian material yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Usai memastikan seluruh kondisi aman dan terkendali, seluruh personel kemudian kembali ke pos masing-masing untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan, guna mengantisipasi potensi kejadian darurat lainnya di wilayah Kota Ambon. (BN Grace)





