![]() |
| Situasi Panic Buying |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Demi mengantisipasi kebiasaan belanja masyarakat dalam tensi yang tidak terkontrol, akibat dari katakutan akan kehabisan bahan-bahan yang dibutuhkan menjelang Idul Fitri dan hari besar keagaamaan lainnya. Pihak Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku menggendeng tokoh-tokoh agama khususnya tokoh agama Islam guna melakukan sosialisasi kepada umat muslim menjelang perayaan Idul Fitri.
Hal tersebut dilakukan dalam upaya menekan panic buying yang kerap terjadi menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan di Maluku.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Idris Toekan kepada wartawan seusai pertemuan dengan pihak Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Maluku Jumat (17/6)mengungkapkan. menjelang perayaan hari besar keagamaan dalam hal ini perayaan Idul Fitri, kerap kali umat yang merayakan hari raya melakukan aktivitas belanja besar-besaran.
“Hal ini dilakukan kemungkinan lantaran adanya rasa takut tidak mendapat apa yang dibutuhkan mereka terutama untuk bahan pokok. Padahal sebenarnya stok yang disediakan pemerintah provisi Maluku mencukupi bagi perayaan hari raya, “ ujarnya.
Oleh karena itu pihak Majelis Ulama Indonesia wilayah Maluku lanjut Toekan, akan melakukan sosialisasi kepada umat Muslim yang sebentar lagi akan merayakan hari raya Idul Fitri.
Sosialisasi tersebut tambah Toekan, akan dilakukan dengan cara menyampaikan lewat khotbah atau ceramah saat sholat Taraweh atau berbuka puasa bersama.
“Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapat bahan pokok yag dibutuhkan saat Idul Fitri nanti. Lantaran pemerintah telah menjamin stok Sembako di Maluku untuk perayaan Idul Fitri aman, “ paparnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Maluku Nuryanto mengungkapkan, Bank Indonesia sebagai salah satu unsur dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Maluku merasa perlu menggandeng tokoh-tokoh agama guna melakukan sosialisasi tersebut, disamping tentunya dengan beberapa metode sosialisasi lainnya seperti talk show dan juga siaran pers yang disampaikan kepada masyarakat lewat media massa.
“Kerap kali menjelang seminggu sebelum perayaan hari besar keagamaan sering terjadi paic buying. Dimana masyarakat melakukan aksi memborong bahan pokok secara besar-besaran. Hal ini lantaran mereka takut tidak kebagian bahan pokok tersebut, “ beber Nuryanto.
Oleh karena itu Bank Indonesia merasa perlu melakukan sosialisasi dengan cara menggandeng tokoh-tokoh agama. Hal ini lantaran tokoh-tokoh agama inilah yang memiliki umat. Dan pendekatan yang dilakukan tokoh-tokoh agama terhadap umatnya di anggap cocok guna melakukan sosialisasi tersebut. (BN-07)






