Editor: Redaksi
BANDA NEIRA, Bedahnusantara.com: Insiden benturan kapal perintis milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) kembali menjadi sorotan setelah KM Sabuk Nusantara 106 menabrak bangunan penginapan dan dua perahu milik warga saat hendak sandar di Pelabuhan Banda Neira, Selasa (28/4).
Peristiwa tersebut dipicu gangguan mesin yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga kapal tidak dapat dikendalikan secara optimal saat mendekati dermaga. Benturan pun tak terhindarkan dan menyebabkan kerusakan pada satu unit penginapan serta dua perahu warga. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Pihak PELNI melalui Kepala Cabang Ambon, Ridwan Mandaliko, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa perusahaan menyesalkan insiden tersebut dan langsung mengambil langkah penanganan di lapangan.
“Sejak awal kejadian, tim kami sudah turun ke lokasi untuk berkoordinasi dengan pihak terkait serta memastikan penanganan berjalan baik. Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan warga terdampak,” ujarnya.
PELNI memastikan akan bertanggung jawab penuh atas kerugian material yang dialami pemilik penginapan maupun perahu. Proses kompensasi disebut akan dilakukan secara cepat dan transparan, seiring dengan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti gangguan mesin.
Setelah menjalani pemeriksaan dan perbaikan selama kurang lebih lima jam, KM Sabuk Nusantara 106 dinyatakan laik layar oleh otoritas setempat dan kembali melanjutkan pelayaran dari Banda Neira pada Selasa malam pukul 20.00 WIT.
PELNI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keselamatan operasional, khususnya di wilayah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan) seperti Maluku, yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas penumpang dan distribusi logistik.
Data perusahaan menunjukkan, sepanjang 2025 jumlah penumpang di Banda Neira mencapai lebih dari 10 ribu orang untuk keberangkatan dan hampir 9 ribu untuk kedatangan. Sementara periode Januari hingga April 2026 mencatat ribuan pergerakan penumpang melalui pelabuhan tersebut.
Sebagai BUMN pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan puluhan kapal penumpang dan kapal perintis yang menjangkau ratusan pelabuhan di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu tulang punggung konektivitas nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. (BN Grace)





