![]() |
| Baliho TOP-BU. Lanjutkan |
Namrole, Bedah Nusantara.com: Teka teki siapa calon Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang akan mendampingi Bupati Tagob Sudarsono Solissa bakal kian terbuka seiring dengan berbagai isyarat yang coba ditunjukkan.
Awalnya Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel, Sami Latbual yang digadang-gadang bakal mendapat posisi Calon Wakil Bupati untuk berpasangan dengan Solissa dengan slogan GOSA (Tagop-Sami).
Namun, ternyata dari berbagai sumber dekat Solissa, ternyata Bupati tak menginginkan Latbual untuk berpasangan dengan dirinya, kendati Latbual adalah kader PDIP yang pada Pilkada periode pertama turut bersumbangsi besar bagi terpilihnya Bupati Tagob Sudarsono Solissa dan Wakil Bupati Buce Ayub Seleky yang kalah itu dikenal dengan slogan TOP-BU.
Betapa tidak, kala itu, Latbual bahkan tidak segan-segan mempertaruhkan jabatannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bursel bahkan telinganya.
Dimana, didalam berbagai kesempatan kampanye, Latbual mengucapkan sumpah untuk siap mundur dari anggota DPRD Bursel dan memotong telinga sebelahnya jika TOP-BU tak menang pilkada saat itu.
Alhasil, saat itu atas kerja militansi Latbual dan para kader PDIP, TOP-BU kemudian lolos sebagai pemenang pilkada.
Tetapi, ternyata konsistensi Latbual untuk menjalankan amanah partai penuh komitmen itu tak dianggap oleh TOP-BU, bahkan ketika Latbual yang kembali maju sebagai Calon Anggota DPRD Kabupaten Bursel periode 2014-2019 kemarin pun coba diganjal oleh TOP-BU yang tak menghendaki Latbual untuk lolos sebagai anggota DPRD Kabupaten Bursel.
Namun, sayangnya, berbagai kekuatan yang dikerahkan untuk menjanggal Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan itu tak dikehendaki Tuhan, sebab Latbual berhasil lolos dengan mulus sebagai anggota DPRD Bursel periode ke 2 dari Dapil Namrole-Fena Fafan dengan perolehan suara terbanyak dari Dapil itu.
Bahkan, Latbual tak lolos sendiri, tetapi dari semua Dapil, Dapil Namrole turut meloloskan Anselany Orpa Seleky sebagai anggota DPRD Kabupaten Bursel.
Dimana, dari 2 kursi di DPRD Kabupaten Bursel yang sebelumnya diisi oleh Arkilaus Solissa dan Sami Latbual dan menempatkan Arkilaus sebagai Ketua DPRD berubah drastis karena lolosnya empat kader ke gedung wakil rakyat Bumi Fuka Bipolo itu.
Sebab, selain Arkilaus Solissa dan Samy Latbual, lolos pula Anselany Seleky dan Ahmad Umasangadji sehingga PDIP berhasil keluar sebagai partai pemenang pemilu di Kabupaten Bursel tersebut dan menempatkan Arkilaus Solissa sebagai Ketua DPRD setempat.
Singkat cerita, Latbual pun kemudian direkomendasikan oleh empat Pengurus Anak Cabang PDIP se-Kabupaten Bursel untuk mendampingi Tagob Sudarsono Solissa pada Pilkada Desember 2015 nanti.
Namun, informasi yang beredar bahwa Tagop tak menghendaki berpasangan dengan Latbual karena Latbual selama ini terlalu kritis mengkritik Pemerintah Daerah yang dipimpin TOP-BU, padahal sebagai seorang Wakil Rakyat, Latbual telah menjalankan tugasnya secara baik.
Bahkan, tak hanya itu, tak dikehendakinya Latbual oleh Tagop, lantaran Tagop menilai pada Pileg lalu, Latbual lebih memilih bekerja untuk meloloskan mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Sugeng Koangit untuk kembali menjadi anggota DPRD Maluku dan tak bekerja bagi istri Tagop, Safitri Malik Solissa.
Padahal, Sugeng adalah kader murni PDIP yang telah banyak melayani rakyat, sedangkan Safitri adalah orang baru di PDIP.
Kendatipun memang, saat Pileg itu, Latbual kerap kali turut mendampingi Safitri dan turut mengkampanyekan semua kader PDIP, termasuk Koangit dan Safitri.
Akhirnya Safitri pun diloloskann dan berhasil menggantikan Koangit di DPRD Provinsi Maluku.
Parahnya lagi, kendati pun turut mendaftar di PDIP, Tagop pun diisukan bakal tak menggunakan kendaraan PDIP jika nantinya dipaksanakan untuk berpasangan dengan kader PDIP yang cukup merakyat dan telah dikehendaki oleh seluruh kader PDIP melalui rekomendasi PAC yang telah diterbitkan masing-masing PAC.
Sebab, Tagop masih menghendaki untuk berpasangan dengan Buce Ayub Seleky yang merupakan Wakil Bupati Kabupaten Bursel saat ini untuk masju sebagai pasangan TOP-BU jilid II.
Hal itu nampak terlihat dari kemesraan keduanya hingga saat ini dalam menjalani roda pemerintahan di Bumi Fuka Bipolo.
Bahkan, dalam pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati pada semua partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Bursel keduanya kompak ikut mendaftar, walaupun dilakukan oleh pendukung mereka secara terpisah.
Tapi, hal yang paling menonjol saat mendaftar pada partai-partai itu, Solissa mendaftar sebagai Calon Bupati dan Seleky tetap mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati.
Dilain sisi, pada sejumlah baliho yang dipampang oleh keduanya disejumlah lokasi di Namrole pun terlihat bahwa keduanya bakal berpasangan kembali.
Diantaranya, pada baliho milik Bupati yang terpampang pada dinding Rumah Copi Alza di kawasan Jalan Baru, Namrole milik mantan Anggota DPRD Bursel, Basir Solissa yang digunakan sebagai Poskoh Relawan TOS for Buru Selatan, tertulis juga kata ‘Lanjutkan’ di samping kanan foto Tagob Sudarsono Solissa.
Hal yang sama dan kompak pun terlihat pada Baliho milik Wakil Bupati yang dipampang di depan rumah Anggota DPRD Provinsi Maluku, La Galep yang terletak di kawasan Jalan Baru Namrole, terlihat pula pada Baliho milik Buce Ayub Seleky itu kata ‘Lanjutkan’ di pojok atas kiri foto Seleky.
Lebih nampak lagi, dapat terlihat pada dua Baliho Ucapan Selamat Paskah Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yang dipampang di pertigaan jalan Desa Labuang, tepatnya di depan Bank Maluku Cabang Namrole dan di perempatan jalan Desa Waenono.
Dimana, pada kedua baliho yang bermotif sama dengan menampilkan keduanya dengan pakaian Dinas saat dilantik ini, tertera kata ‘Lanjutkan’ pada pojok kiri atas Baliho itu. Bahkan, pada bagian bawa baliho itu tertulis pula kalimat ‘Dengan Semangat Paskah Kita Lanjutkan Pemerintahan TOPBU Yang Ke 2 Untuk Kesejahteraan Masyarakat’.
Sementara itu, salah satu pimpinan SKPD yang enggan namanya dikorankan pun sontak mengaku bahwa TOB-BU masih akan berpasangan pada pilkada Desember 2015 nanti.
“Pasti lanjutkanlah,” kata pejabat yang sangat dekat dengan Bupati ini.
Menurut pejabat esalon II ini, bukan soal suka atau tak suka pihaknya dengan calon-calon Bupati dan Wakil Bupati yang lain, tetapi dirinya menilai bahwa pemerintahan yang dijalankan TOP-BU selama ini terbilang cukup baik dan selayaknyya diberikan kesempatan untuk melanjutkannya.
“Kalau bisa kita gunakan yang ada dahulu, kalau lanjutkan, berarti penyelesaian. Jadi, bukan soal tidak suka dengan yang lain. Sebab, kalau yang lagi nanti bongkar pasang kabinet lagi akan repot dan pemerintahan tidak akan jalan maksimal,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia Kabupaten Bursel, Arsyad Souwakil yang selama ini cukup dekat dengan Bupati pun mengaku bahwa TOP-BU telah memberikan isyarat yang cukup jelas bahwa keduanya bakal berpasangan kembali di periode ke 2.
Isyarat itu terlihat dari kemesraan keduanya dalam menjalani pemerintahan, pemasangan Baliho-Baliho yang bernada Lanjutkan, bahkan kompak mendaftar pada semua parpol sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Setahu saya, mungkin masih berpasangan.Apalagi, banyak isyarat yang mengarah kesitu. Jadi, bisa dipastikan mengarah ke lanjutkan,” kata Souwakil.
Menurut dirinya, pemerintahan yang dibangun dan dijalankan oleh TOP-BU selama ini cukup baik dan bisa dipastikan keduanya bakal mendapatkan dukungan maksimal dari masyarakat di Bursel ini.
“Pemerintahan keduanya berjalan baik, dimana suasana Kai Wait dan Ina Ama itu sangat nampak dalam pemerintahan yang dijalankan.
Dalam pilkada kedua ini pasangan ini masih berpeluang untuk terpilih kembali dan masih mendapat tempat dihati masyarakat Bursel,” katanya.
Walau begitu, dirinya mengaku bahwa semua orang punya hak memilih dan dipilih.
Karena itu, dirinya tetap menghargai siapa pun yang akan bertarung pada perhelatan Pilkada Bursel bulan Desember 2015 nanti.
“Kami tetap menghargai pilihan masing-masing dan siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam Pilkada Bursel nanti, tapi tentunya harapan kami kepada semua pihak bahwa walaupun pilihan politik kita berbeda, tetapi suasana persaudaraan atau Kai Wait haruslah tetap dijaga dengan baik,” ujarnya. (BN-09)






