Ambon, Bedah Nusantara.com: Pemerintah Kota Ambon Selasa (5/5) malam di The Natsepa Hotel mengadakan welcome dinner bersama peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
![]() |
| Batu Seram |
Kesempatan tersebut tak disia-siakan mantanKetua DPRD Provinsi Maluku ini untuk mempromosikan Kota Ambon tak ketinggalan batu seram yang lagi marak saat ini di Kota Ambon.
Dikatakan, merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa yang ditunjukkan kedatangan para Walikota, Wakil Walikota dan pejabat daerah se-Indonesia yang berkenaan hadir dalam acara Rakernas Apeksi tahun 2015.
Dirinya memaparkan keindahan Kota Ambon yang unik dengan jumlah penduduk kurang lebh empat ratus ribu jiwa dengan keindahan laut dan pantai yang merupakan anugerah yang tak dimiliki semua kota di Indonesia.
“Satu-satunya kota di Indonesia yang disebut “manise” hanya Kota Ambon.
Di Denpasar saya bilang Bali boleh terkenal dengan Pariwisata, Jogja Boleh tekenal sebagai kota pahlawan, tapi kota yang disebut manis Cuma Kota Ambon,” ungkapnya yang disambut gelak tawa para walikota.
Menurutnya, sangat beralasan disebut manis karena fenomena alam yang menarik dan menggiurkan serta karakteristik masyarakat yang sangat ramah apalagi terhadap tamu dari luar.
“Orang ambon makanan pokoknya sagu. Sagu merupakan filosofi dari masyarakat Ambon. Pohonnya tinggi, sangar sedikit coklat kehitam-hitaman, tidak menarik.
Hampir smaa dengan orang ambon yang kulitnya coklat kehitam-hitaman, dan kadang-kadang kurang menarik tapi kalau kita tebas pohonnya dan kita belah isinya nampak sangat putih. Itu karakteristik orang ambon yang wajahnya kelihatan sangar tapi hatinya putih bersih,” katanya.
Dijelaskan, walaupun 16 tahun lalu tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia menimpa masyarakat Kota Ambon namun 12 tahun terakhir pemkot dan masyarakat mulai membenahi kota sehingga semakin hari menjadi semakin baik dan menjadikan Kota Ambon dipercayakan sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI 2015 dan seluruh walikota se-Indonesia turut memberikan kontribusi yang luar biasa untuk kohesi sosial bagi masyarakat Kota Ambon.
“Atas nama masyarakat kota saya sampaikan terima kasih atas dipilihnya ambon sebagituan ruma Rakernas APEKSI. Walau banyak kekurangan baik akomodasi maupun pelayanan kiranya ditinggalkan di Kota Ambon. Selaku walikota saya berikan mandat bagi para Walikota, Wawali, maupun Sekda untuk menjadi juru bicara masyarakat Kota Ambon menjelaskan tentang kondisi kota yang sekarang” tandasnya.
Kesempatan itu juga digunakan Walikota Ambon untuk mempromosikan batu seram yang lagi ngetop ditengah masyarakat Kota Ambon yang jugadijadikan sebagai lahan pekerjaan bagi sebagian orang.
“Batu bacan top tapi yang lebih top sekarang itu batu seram. Kemarin Pa Jokowi dikasih sama pa Gubernur dan itu batu asalnya dari seram dan itu indah sekali,” tutupnya. (BN-03)
