Ambon,Bedahnusantara.com-Sebanyak 4.750 ton beras impor berasal dari Vietnam telah tiba di Pelabuhan Yos Soedarso, Kota Ambon.
Kedatangan beras dari Vietnam langsung diterima Penjabat Wali Kota Ambon dan Kepala Perum Bulog Divisi Regional Maluku dan Maluku Utara.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Maluku dan Maluku Utara Sadli Adrin mengatakan, saat ini kapal dari Vietnam telah membawa beras ke Maluku.
“Beras Telah tiba di pelabuhan Yos Soedarso, Kota Ambon, untuk pembongkaran akan kami lakukan setelah melihat kondisi cuaca,” ujarnya.
Dia mengakui, beras dari Vietnam akan ditampung di gudang milik Perum Bulog yang berada di Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.
“Kita tampung di gudang Bulog untuk Disalurkan pada setiap distributor yang ada,” paparnya.
Untuk beras Bulog dijual dengan harga 8900/kg sesuai debgan harga yang dijual di pasaran.
“Jadi harga beras tetap sama seperti apa yg kita salurkan untuk kota Ambon dan Maluku pada umumnya,” ungkapnya.
Untuk stok beras di gudang Bulog dirasakan mencukupi karena, beras premium di gudang kami ada 100 ton. Kalau di kapal ini khusus medium.
“Rata – rata sampai saat ini sudah 10 hari belakangan ini kita diatas 100 ton per Hari jadi sudah tersalurkan 1000 ton lebih sudah 1200 ton per hari. Selama ini, beras ya g ada di Bulog bukan saja dari Vietnam tapi, langsung dari surabaya.untuk menambah stok beras di Kota Ambon” terangnya.
Beras yang dimiliki Bulog dapat mencukupi kebutuhan masyarakat tiga bulan ke depan karena, stok beras akan diimpor secara terus menerus.
“Kedepan akan masuk sekitar bulan September ada 5000 ton beras,” katanya.
Dia menjamin stok beras akan tetap ada hingga tahun 2024 kedepan.
“Kita akan perkuat stok beras hingga tahun 2024 mendatang, Saya jamin tidak ada penimbunan karena kebutuhan pasar saat ini juga cukup besar. Kami jamin tidak ada penimbunan walaupun harga sedikit meningkat tapi, kebutuhan pasar cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar kota Ambon” tandasnya. ( BN – 03 )






