Ambon, Bedahnusantara.com – Peringati HUT ke-1 Yakarima Mosilou Maluku menggelar syukuran HUT bersama masyarakat Tamilouw, Hutumuri, Seri-sori, Bakarbessy dan Manuhutu yang berlangsung dengan penuh hikmah.
Ulang tahun bukan sekedar perayaan ini adalah momentum refleksi sampai sejauh mana kita sebagai anak anak adat telah menjaga nilai-nilai leluhur melestarikan budaya serta memperjuangkan hak dan keberlanjutan tanah warisan adat.
“Organisasi ini lahir dari semangat untuk melindungi identitas martabat dan warisan budaya yang telah diturunkan kepada kita karena kita adalah generasi penjaga bukan sekedar pewaris saja,” ungkap Ketua Yakarima Mosilou Maluku Frans Kappu saat di wawancarai usai HUT ke-1 Yakarima Mosilou di Kantor Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Rabu (16/7/2025).
Frans mengatakan, momen HUT ke-1 Yakarima Mosilou mengingatkan pada awal mula pembentukan Yakarima Mosilou ini bukan hanya sebuah slogan dalam pembentukan yang memiliki tujuan.
“Momen HUT kali adalah sebuah komitmen dalam menjaga ikatan serta solidaritas antar anak adat Mosilou dan menumbuhkan kesadaran Akan pentingnya pelestarian budaya bahasa seni dan kearifan lokal serta memperkuat posisi kita dalam Menyuarakan hak-hak masyarakat adat di tengah dinamika zaman,” imbuhnya.
Lanjutnya, Sama-sama dilihat bahwa saat ini kearifan lokal sudah mulai sirna dengan kemajuan teknologi sehingga kebudayaan-kebudayaan yang hampir hilang.
“mari bersama-sama dengan adanya Yakarima Mosilou untuk sama-sama melestarikan budaya bongso. Di mana budaya bongso digelar 5 tahun 1 kali tapi bongso yang ada di Yakarima akan ada tiap tahun dan tiap hari kita ketemu untuk itu di tahun pertama ini mari kita sama-sama melihat bahwa 1 gandong ini bisa terus ada sampai pada katong pung anak cucu,” tandasnya.
Frans mengakui, 1 tahun pertama berdirinya Yakarima Mosilou memiliki lika-liku untuk berkembang itu seperti tumbuhan yang belajar untuk bertunas.
“Jadi perumpamaan tunas ini seperti kami pengurus Yakarima Mosilou yang bertumbuh, berkembang dan berproses selama 1 tahun ini. Dalam semua kegiatan yang di buat pemerintah kami selalu berusaha untuk terlibat dan mendukung,” tuturnya.
Frans menambahkan, kesan dan pesan selama menjadi ketua Yakarima Mosilou adalah menyatukan perbedaan dari 3 Kampung besar dan 2 marga Manuhutu dan bakarbessy itu tidak gampang karna masing-masing memiliki karakter tersendiri oleh karena itu kita pengurus harus memiliki tips dan trik untuk menyatukan perbedaan itu.
“Sampai hari ini pesan leluhur kita harus satu liat satu, satu sayang satu jang sampe ada sesuatu yang membuat hati gandong ini kecewa, jadi sedih itu sangat berat menurut saya karena katong pung perjanjian di Batu mari itu katong selalu jaga itu tidak ada satu menyakiti satu tapi satu liat satu dengan yang lain,” BN Grace






