Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Realisasi 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon menjadi tantangan besar bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota di tengah keterbatasan anggaran akibat pemotongan transfer pusat ke daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw, S.Pi, M.Si, menegaskan bahwa janji politik kepala daerah harus tetap diwujudkan, meskipun kemampuan keuangan daerah mengalami tekanan.
“Program prioritas itu sudah di-breakdown ke dalam berbagai kegiatan, mulai dari air bersih, jalan, penerangan jalan umum, UMKM, hingga infrastruktur dasar lainnya. Suka atau tidak suka, pemerintah wajib melaksanakannya,” kata Lucky saat diwawancarai di Kantor PUPR Kota Ambon, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat banyak skenario pembangunan yang sebelumnya dirancang oleh OPD harus disesuaikan bahkan dikurangi.
“Banyak rencana infrastruktur yang akhirnya dikerjakan seadanya, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan pendapatan yang ada,” ujarnya.
Namun demikian, Lucky mengingatkan bahwa Pemkot Ambon juga menerima insentif melalui penghargaan Sutami Award, yang menurutnya dapat dimanfaatkan untuk belanja modal dan mendukung pembangunan infrastruktur.
“Kalau ada dana insentif atau hadiah, itu bisa diarahkan ke kegiatan infrastruktur. Tugas pemerintah adalah mengelola semua sumber keuangan dan menentukan skala prioritas yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, ia juga menyoroti pentingnya ruang terbuka hijau dan ruang publik sebagai bagian dari pelayanan dasar pemerintah.
“Ruang terbuka publik bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang interaksi pemerintah dan masyarakat, bahkan berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan,” katanya.
Lucky menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas publik yang telah disediakan.(BN Grace)





