Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Bodewin Wattimena menegaskan bahwa pelaksanaan sejumlah program pemerintah daerah tetap dilakukan secara terencana dan terukur, meskipun dalam praktiknya dapat disesuaikan dengan dinamika dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di Kantor Balaikota Ambon, Rabu (18/2/2026).
Menurut Wattimena, pada prinsipnya pemerintah telah menyusun perencanaan kegiatan yang dijadwalkan mulai berjalan pada Maret 2026. Hal ini mengingat pelaksanaan program berada di awal tahun anggaran sehingga membutuhkan penyesuaian administrasi serta kesiapan teknis di lapangan.
“Memang awalnya kita rencanakan mulai Maret, karena kita menyesuaikan dengan kondisi dan perencanaan di awal tahun. Februari ini kita sampaikan pemberitahuan dulu kepada masyarakat, supaya semuanya siap,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi dan mendorong percepatan pelaksanaan di lapangan. Karena adanya kesiapan warga di masing-masing wilayah, pemerintah akhirnya memutuskan untuk memulai lebih awal dari jadwal semula.
“Tetapi karena masyarakat sudah siap dan menginginkan agar segera dilaksanakan, maka kita mulai saja lebih awal. Prinsipnya pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Wattimena juga menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi di setiap wilayah. Ia menyebutkan bahwa peran kepala desa dan lurah sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah kota dan masyarakat.
“Kalau orang bicara, ya itu bagian dari komunikasi. Kepala desa dan lurah tentu berbincang dengan rakyatnya. Itu hal yang wajar. Pemerintah kota tetap menerima laporan setiap waktu, meskipun hari pelaksanaannya bisa berbeda-beda di tiap wilayah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa seluruh kegiatan yang dijalankan tetap berada dalam pengawasan dan akan dilaporkan secara berkala. Pemerintah Kota Ambon, katanya, berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
“Semua akan dilakukan, dan laporan pasti ada setiap waktu. Hanya saja, pelaksanaannya bisa berbeda hari, tergantung kesiapan masing-masing wilayah,” tegas Wattimena.
Dengan pendekatan yang adaptif tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap seluruh program dapat berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai kecamatan dan kelurahan. (BN Grace)





