Wattimena: Digitalisasi dan KTA Perkuat Eksistensi Gerakan Pramuka

IMG 20260304 WA0012 scaled

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan pentingnya pembenahan internal dan adaptasi digital bagi Gerakan Pramuka dalam menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Pendataan Potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Nasional dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas, yang berlangsung di Kantor Balai Kota Ambon, Rabu (4/3/2026).

Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan bahwa organisasi yang baik dan eksis adalah organisasi yang mampu memahami serta merespons lingkungan strategisnya, baik internal maupun eksternal. Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang telah lama tumbuh dan berkembang di Indonesia, menurutnya, memiliki potensi dan sumber daya yang besar.

“Potensi banyak, sumber daya banyak. Tetapi apakah semua itu sudah dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan organisasi? Jika belum, maka pembenahan internal menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan sosialisasi dan Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anggota Pramuka memiliki pengakuan resmi melalui KTA. Kartu Tanda Anggota bukan sekadar identitas administratif, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan organisasi dan harga diri setiap anggota.

Wattimena bahkan menyoroti masih adanya anggota yang telah bertahun-tahun aktif di Gerakan Pramuka namun belum memiliki KTA resmi. Menurutnya, kondisi ini harus segera dibenahi agar organisasi memiliki data yang akurat terkait jumlah anggota aktif serta mampu merangkul seluruh potensi yang ada.

“Kalau kita tidak tahu secara pasti berapa jumlah anggota aktif yang memiliki KTA, bagaimana kita bisa mengelola organisasi ini dengan baik? Karena itu, pendataan ini menjadi sangat penting,” tegasnya.

Selain pembenahan internal, Wattimena juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan era digitalisasi. Ia menyebut, di tengah kemajuan teknologi yang tidak terelakkan, setiap organisasi termasuk Gerakan Pramuka harus mampu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal.

“Era digitalisasi adalah keniscayaan. Suka atau tidak suka, kita harus beradaptasi. Teknologi membantu kita untuk bekerja lebih efektif dan efisien,” katanya.

Dengan potensi anggota Pramuka secara nasional yang mencapai jutaan orang, menurutnya, pemanfaatan aplikasi digital seperti Ayo Pramuka menjadi solusi untuk mempercepat penyebaran informasi, kebijakan strategis, serta edukasi kepada seluruh anggota.

Lebih jauh, Wattimena juga menyinggung tantangan eksternal yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, balap liar, tawuran, hingga meningkatnya kasus HIV di kalangan usia produktif. Ia berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan karakter yang kuat bagi generasi muda.

“Kita berharap anak-anak muda yang menjadi anggota Pramuka dibimbing dan dilatih dengan baik, sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal negatif. Gerakan Pramuka harus hadir sebagai benteng moral generasi muda,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengorganisir seluruh potensi masyarakat guna meminimalisir dampak negatif perkembangan zaman. Dalam hal ini, dukungan Gerakan Pramuka sangat dibutuhkan sebagai mitra strategis pemerintah.

Ia pun memberikan apresiasi kepada jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Ambon atas inisiatif pelaksanaan sosialisasi dan Bimtek tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami memberikan apresiasi kepada Kwarda dan Kwarcab Kota Ambon. Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk memperkuat organisasi dan membina generasi muda menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Wattimena. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan