Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Ambon tidak hanya fokus pada ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran di tingkat distributor maupun pedagang. Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh haknya secara adil, baik dari sisi harga maupun takaran.
Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, saat diwawancarai usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang 51 Passo, Kamis (26/2/2026), menyoroti secara khusus temuan alat ukur atau timbangan yang menjadi perhatian dalam pengawasan kali ini. Menurutnya, akurasi timbangan merupakan aspek krusial dalam perlindungan konsumen, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang hari besar keagamaan.
Ia menegaskan bahwa pengecekan terhadap alat ukur di gudang distributor maupun toko-toko harus dilakukan secara berkala oleh instansi teknis terkait. Hal ini penting untuk mencegah adanya ketidaksesuaian takaran yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen akhir.
“Ini menjadi catatan serius. Setiap tahun harus turun melakukan pengecekan di distributor besar terkait timbangan yang ada di gudang maupun toko. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena alat ukur yang tidak sesuai,” tegasnya.
Menurut Elly, ketidaksesuaian alat ukur, meskipun terlihat sepele, dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Selisih takaran dalam jumlah kecil sekalipun, jika terjadi secara berulang dan dalam skala besar, tentu akan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi konsumen. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan harus menjadi agenda rutin yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.
Selain persoalan timbangan, Pemerintah Kota Ambon juga mewaspadai potensi praktik penimbunan bahan pokok oleh oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan di tengah meningkatnya permintaan. Elly menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang dapat memicu kelangkaan barang maupun lonjakan harga secara tidak wajar.
Ia menyebutkan, pengawasan akan diperluas ke seluruh distributor besar dan jaringan distribusi di wilayah Kota Ambon. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat guna memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap aman hingga Idulfitri.
Pemerintah juga mengimbau para pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas perdagangan secara jujur dan bertanggung jawab. Menurutnya, menjaga stabilitas pasokan dan harga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pelaku ekonomi.
Dengan langkah pengawasan yang lebih intensif ini, Pemkot Ambon berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan barang, lonjakan harga, maupun praktik kecurangan dalam perdagangan. (BN Grace)





