Walikota Buka Seminar Imbal jasa Lingkungan Untuk Pengelolaan Air Bersih

om%2Bris
Walikota Ambon

Ambon, Bedah Nusantara.com: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy,Kamis (9/4)  membuka Seminar Imbalan Jasa Lingkungan untuk  pengelolaan Air Bersih di kota Ambon, di Hotel  Marina.

Dalam sambutanya Louhenapessy mengatakan kebutuhan  air untuk memenuhi aktivitas penduduk dari waktu ke  waktu semakin meningkat, bukan saja karena jumlah  penduduk yang terus bertambah tapi juga karena  aktivitas yang membutuhkan air juga meningkat  seperti bertambahnya pemukiman dan huian baru,  munculnya kawasan perdagangan, pendidikan,  industri, dan pertanian.

“dalam empat tahun terakhir kebutuhan air minum di  Kota Ambon meningkat dari kisaran 4 sampai 8 persen   per tahun, apalagi perambahan kawasan resapan air  menjadi permukiman yang berakibat pada berkurangnya  kawasan air serta penurunan debit air pada  musimpanas,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan secara umum  telah berhasil meningkatkan kesejahteraan  masyarakat, namun sebagian dari pelaksanaan  pembangunan memanfaatkan potensi SDA juga berdampak  pada terjadinya kerusakan atau penurunan kualitas  daya dukung lingkungan, yang jika tak diikuti  dengan upaya pelestarian lingkungan dapat  mengakibatkan meningkatnya ancaman bencana  lingkungan.

“Tahun 2012 dan 2013 Kota Ambon alami bencana  banjir dan tanah longsor yang memakan korban jiwa  dan harta benda, dan upaya rehabilitasi dan  rekonstruksi pasca bencana, yang masih memerlukan  perhatian karena semua belum selesai ditangani,”  ujarnya.

Dijelaskan, sebagai ibu kota dipulau yang kecil,  pengelolaan air yang berkelanjutan tidak saja  memikirkan jumlah air yang tersedia namun upaya  agar ketersediaan air selalu dapat memenuhi  kebutuhan semua makhluk, baik sekarang maupun yang  akan datang.

“Sumber air bersih semuanya berasal dari alam  sehingga harus dijaga lekestariannya agar suplay  air tetap terjaga untk memenuhi kebutuhan seluruh  masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, sejak tahun 2014, tim pusat penelitian,  pengkajian dan pengembangan manajemen (P3M),  fakultas Ekonomi dan bisnis, Universitas Katolik  (Unika) Sogijapranata Semarang bekerjasama dengan  pemkot Ambon  untuk penelitian mengenai pengelolaan  air bersih yang berkelanjutan dengan fokus kepada  imbal jasa lingkungan yang dapat diterapkan di kota  Ambon.

“Selaku pemerintah dan masyarakat kota, kami sangat  mengapresiasi penelitian ini yang hasilnya  diseminarkan dalam upaya mendorong dan menjamin  pengelolaan air yang berkelanjutan di Kota Ambon  yang adalah kota dipulau kecil,”katanya.

Dirinya berharap semua pihak termasuk para  pengambil kebijakan, akademisi, pengelola, pengguna  dan penggiat air bersih di Kota Ambon agar  memboboti hasil penenlitian yang ada dalam upaya  mencari dan menerapkan konsep imbal jasa lingkungan  bagi pengelolaan air bersih yang berlekanjutan di  Kota Ambon. (BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan