Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Polemik adanya interfensi Anggota DPRD Kota Ambon, Patrik Moenandar kepada Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, guna memuluskan jalan kadernya menjadi Raja Definitif di Negeri Amahusu mendapat kecaman sejumlah pihak.
Pasca beredarnya isi Pesan WhatsApp milik Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrik Moenandar dengan seseorang yang diduga adalah oknum Berinisial (YS) salah seorang petinggi Partai yang di sapa Abang.
Mengutip hasil publikasi Media Online Tribun-Maluku.com, terungkap fakta bahwa; dari informasi yang berhasil didapat dari sumber terpercaya media ini (Tribun-Maluku.com) Rabu (4/6/2025) menyebutkan. Guna memenuhi ambisi politiknya pada tahun 2029 nanti Moenandar diduga tidak segan segan menggunakan kapasitasnya selaku wakil ketua DPRD Kota Ambon.
Diduga selain untuk memenuhi hasrat politiknya, Moenandar juga berkeingan agar kader Partai Perindo menjadi raja di negeri Amahusu. Hal ini guna memuluskan langkahnya meraih 2000 suara saat pemilihan anggota DPRD Provinsi Maluku tahun 2029 nanti.
Dari data yang didapat media ini (Tribun-Maluku.com) menyebutkan. Guna memuluskan syahwat politiknya itu, Patrick Moenandar dalam pesan singkatnya yang berhasil didapat media ini yang diduga ditujukan kepada salah satu satu orang yang disebutnya dengan sebutan Abang menyebutkan bahwa dirinya sudah mengatur dengan walikota Ambon Bodewin Wattimena sudah menjamin bahwa apa yang disampaikan Moenandar kepada walikota tentang calon raja di Amahusu sudah aman dan sesuai keinginan mereka.
“Abg (Abang) tenang prcy (percaya) ini untuk kebaikan Perindo Perindo tetap Beta tekan. Wali (walikota) sudah ok bg. B (Beta) sudah cerita semuanya, ” tulis Moenandar dalam pesan singkat WhatsAppnya kepada pria yang disapanya Abang itu.
Sosok yang di inginkan Moenandar dan lawan bicaranya dalam pesan singkat tersebut guna menjadi raja di negeri Amahusu adalah Yonas Silooy.
Sementara itu berdasarkan Hasil Penelusuran Media Bedahnusantara.com di dapati fakta baru bahwa; ada sebanyak kurang lebih tiga Oknum yang memiliki kepentingan besar di luar Patrik Monandar untuk mendapatkan keuntungan dari di lantiknya Yonas Silooy sebagai Raja Negeri Amahusu.
Ketiga oknum itu, yang pertama berinisial (KL) seorang yang berdomisili di Kabupaten Maluku Tengah dan juga Kader Partai, Seorang yang Berinisial (YS) yang juga adalah seorang pimpinan partai, dan terakhir seorang yang berinisial (NT) seorang pimpinan organisasi atau perkumpulan.
Yang mana berdasarkan hasil Identifikasi oleh Media Bedahnusantara.com, lewat pembedahan isi Pesan Singkat milik Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Patrik Moenandar, di temukan bahwa; Ending dari Proses dilantiknya Yonas Silooy sebagai Raja di Negeri Amahusu adalah terpenuhinya kepentingan Partai Politik yang di Nahkodai oleh Oknum berinisial (YS) Bersama Oknum berinisial (KL) seorang yang berdomisili di Kabupaten Maluku Tengah dan juga Kader Partai, dengan mempergunakan Kapasitas Patrik Moenandar selaku Wakil Ketua DPRD, dan yang terakhir adalah terpenuhinya kepentingan oknum berinisial (NT) seorang pimpinan organisasi atau perkumpulan dengan mengusung event Ambon-Darwin.
Sebab berdasarkan data milik Media Bedahnusantara.com, dalam isi percakapan pesan WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Ambon tersebut termuat kalimat, ” Katong Kepentingan di Amahusu ini dik (adik) Ketua, jadi sekali lagi minta perhatian ketua (Patrik Moenandar) jua, hari ini bisa dng (dengan) Onas (Yonas Silooy) ketemu Walikota Ambon tuk (untuk) bisa desak segera laksanakan PAW biar pelantikan raja bisa jalan ade ketua,”.
Tidak hanya itu, dalam isi percakapan pesan WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrik Moenandar tersebut juga termuat kalimat, ” kalo katong kader ini dia jadi Raja Amahusu kan berarti Negeri itu akan katong giring tuk (untuk) jadi Basis Perindo to dinda (patrik moenandar),”.
Bahkan dalam isi percakapan pesan WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Ambon tersebut termuat kalimat dari Oknum yang di duga Berinisial (YS) yang juga adalah seorang pimpinan partai yang berbunyi ” beta ada kepentingan di Amahusu tapi soal hubungan Ambon – Darwin, hanya memang rajanya harus definitif, Yonas bisa buktikan ketua pemuda Perindo wilayah dapat suara 2000 kemarin maju Provinsi saat masih di Hanura, itu balom jadi Raja apalagi kalau dia su (sudah) jadi Raja to ade ketua (patrik moenandar),”.
Dari hasil penelusuran Media Bedahnusantara.com di temukan bahwa, diduga Oknum yang di duga berinisial (YS) yang juga adalah seorang pimpinan partai ini, memiliki hubungan dekat dengan oknum berinisial (NT) seorang pimpinan organisasi atau perkumpulan dengan mengusung event Ambon-Darwin. sehingga demi memuluskan mimpi besar oknum berinisial (NT) seorang pimpinan organisasi atau perkumpulan tersebut, maka Oknum yang di duga Berinisial (YS) yang juga adalah seorang pimpinan partai ini memintakan agar Wakil ketua DPRD Kota Ambon, Patrik Moenandar yang juga adalah kader partainya untuk dapat membantu memuluskan jalan event Ambon – Darwin milik oknum berinisial (NT) lewat Proses pelantikan Yonas Silooy sebagai Raja Negeri Amahusu, yang juga ternyata telah menjadi kader partai.
Padahal seperti di ketahui, sejak dilaksanakan sekian tahun, Event Ambon- Darwin tersebut sama sekali tidak memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan sektor apapun di Kota Ambon, sebaliknya pelaksanaan event tersebut hanya menambah beban daerah dalam pembiayaan event tersebut.
Menanggapi Pemberitaan dimaksud, serta dugaan adanya muatan skenario busuk para pihak tidak bertanggung jawab, dengan meminjam tangan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Patrik Moenandar demi mencapai Hasrat pribadi dan kelompoknya.
Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang di konfirmasi sejumlah awak media, Menyatakan dengan tegas bahwa dirinya (Walikota Ambon) tidak bisa di Interfensi apalagi di tekan oleh siapapun juga termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Patrik Moenandar.
” Beta Walikota Ambon, seng bisa di Intervensi apalagi di tekan oleh siapapun, termasuk oleh Wakil Ketua DPRD Kota Ambon sekalipun, barang siapa yang mau tekan dan Intervensi beta, semua hal yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Ambon adalah melalui pentahapan dan mekanisme yang ada,” Ungkap Wattimena.
Sekali lagi, Ungkapnya, beta tegaskan Walikota Ambon tidak bisa di atur-atur, apalagi di tekan, termasuk oleh Patrik Moenandar, Karena Beta Selaku Walikota Ambon, lebih percaya hasil kerja team percepatan Bersama bagian Pemerintahan Kota Ambon.
” Walikota Ambon tidak percaya siapapun selain Kabag Pemerintahan dan Ketua Team Percepatan, juga hasil kerja team Percepatan hadirnya Raja Definitif, jadi jangan ada yang coba Intervensi apalagi bilang mau tekan Walikota Ambon, beta tidak takut dan donk (mereka) tidak bisa tekan beta,” Tegas Wattimena.(BN-03)





