Ambon, Bedahnusantara.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Maluku, yang berlangsung di Kota Ambon, Sabtu (8/11/2025). Dalam sambutannya, Abdullah Vanath menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar beserta rombongan yang baru tiba dari Jakarta melalui Papua, serta menyampaikan salam hormat dari Gubernur Maluku yang berhalangan hadir karena masih berada di Jakarta.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku dan secara pribadi, saya menyampaikan selamat datang kepada Bapak Ketua Umum Partai Golkar dan seluruh rombongan. Salam hormat dari Bapak Gubernur Maluku yang tidak sempat hadir secara langsung karena masih berada di Jakarta,” ujar Vanath.
Dalam kesempatan itu, Vanath juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur Maluku untuk menyambut langsung Ketua Umum Partai Golkar dan rombongan. “Ini sebenarnya momen yang istimewa, karena Bapak Gubernur Maluku dan Gubernur NTT adalah sahabat karib sejak lama. Ketika Gubernur Maluku berkunjung ke NTT, beliau disambut dengan penuh kehormatan. Karena itu, kami mohon maaf sebesar-besarnya bahwa kali ini beliau belum berkesempatan menyambut secara langsung,” ungkapnya.
Wakil Gubernur kemudian mengucapkan selamat menjalankan Musda XI Partai Golkar Provinsi Maluku, seraya berharap kegiatan ini dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa Partai Golkar semakin solid dan berkontribusi positif bagi pembangunan Maluku.
“Pemerintah Provinsi Maluku berharap agar Musda ini menghasilkan kepemimpinan Partai Golkar yang kuat, solid, dan membawa semangat kebersamaan untuk membangun Maluku lima tahun ke depan. Kami juga berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Fraksi Golkar di DPRD terus ditingkatkan,” ujar Vanath.
Dalam sambutannya yang bernada reflektif, Abdullah Vanath menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi Maluku, terutama keterbatasan kemampuan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
“Tahun 2026 ini, kami mengalami pemotongan dana alokasi hingga hampir Rp400 miliar untuk Provinsi Maluku. Sementara itu, secara keseluruhan 11 kabupaten/kota di Maluku juga mengalami penurunan anggaran lebih dari Rp4 triliun. Kondisi ini berdampak besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik di daerah,” jelasnya.
Vanath menekankan, struktur wilayah Maluku yang berkarakter kepulauan membuat kebutuhan anggaran lebih tinggi dibandingkan daerah kontinental seperti di Pulau Jawa. “Kalau di Jawa, kepala daerah bisa mengunjungi beberapa kabupaten dengan satu tangki bensin penuh. Tapi di Maluku, kami harus menyiapkan anggaran besar untuk menyeberang antar pulau. Transportasi reguler antar kabupaten pun masih sangat terbatas,” paparnya.
Selain persoalan fiskal, Vanath juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Maluku yang memiliki keragaman agama hampir berimbang. “Rasio umat Muslim dan Kristen di Maluku sekitar 53 persen berbanding 47 persen. Ini adalah kekuatan sekaligus tantangan. Karena itu, pemerintah selalu mengingatkan masyarakat untuk menghindari konflik. Sekali terjadi, ledakannya besar dan biayanya sangat mahal,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.
“Terima kasih kepada DPP dan DPD Partai Golkar, khususnya Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Maluku, atas kerja sama dan dukungan selama ini. Kami berharap Musda XI ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama membangun Maluku yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” pungkas Abdullah Vanath. (BN Grace)





