Ambon,Bedahnusantara.com:Tradisi adat pukul sapu Warga Masyarakat Negeri Mamala dan Morela sudah di kenal sejak puluhan tahun silam, dan itu sudah menjadi adat tradisi turun temurun hingga saat ini.
Tradisi adat pukul sapu Mamala dan minyak nyualaing matetu sudah terdaftar dalam hak kekayaan intelektual komunal Ambon.
Bidang Pelayanan Hukum, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku menghadiri Atraksi Adat Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Kamis (20/05/21).
Kunjungan ini merupakan inovasi yang dilakukan Kanwil Kemenkumham Maluku dalam rangka terjun langsung menginventarisir dan mencatat Kekayaan Intelektual Komunal yang ada di Maluku.
Salah satunya adalah Atraksi Adat setiap 7 Syawal (penanggalan Islam) dan telah berlangsung dari abad XVII yang diciptakan seorang tokoh agama Islam dari Maluku bernama Imam Tuni serta Minyak Nyualaing Matetu (Minyak Tasala) yang adalah Obat Tradisional penghilang memar dan luka.
Tim yang dipimpin oleh Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pelayanan Kekayaan Intelektual, Masyud Tualeka mendatangi langsung para tetua adat dan tokoh masyarakat desa Mamala guna mendaftarkan Hak Kekayaan Komunal berupa atraksi Pukul Menyapu sebagai Ekspresi Budaya Tradisional dan Minyak Nyualaing Matetu sebagai Pengetahuan Tradisional.
“Kami hadir di tengah bapak-bapak dalam rangka penyelenggaraan inovasi Kanwil Kemenkumham Maluku untuk meninvetarisir potensi yang dimiliki oleh Maluku. Dan selanjutnya akan di catat dalam Kekayaan Intelektual Komunal di Provinsi ini.” ujar Masyud.
Upacara ritual ‘ukuwala mahiate’ atau pukul manyapu merupakan upacara adat negeri Mamala yang dilaksanakan setiap tahun, dilatarbelakangi pembangunan Masjid Mamala.
Kata ukuwala diambil dari bahasa negeri Mamala yang artinya sapu lidi, sedangkan Mahiate artinya Saling memukul.
Dimana dalam atraksi adat ini, terdapat dua kelompok pemuda saling memukul batang lidi bergantian di iringi oleh tabuhan rebana, irama suling dan sorak sorai penonton.
Dan setelahnya luka memar tadi dioleskan minyak Nyualaing Matetu sebagai obat yang dipercaya mujarab untuk menghilangkan bebas luka kibasan sapu lidi tanpa bekas serta tanpa ada rasa saling mendendam.
Atraksi Pukul Menyapu sudah ada secara turun temurun di Desa Mamala, dan terus dijaga sebagai kekayaan budaya Maluku, tidak hanya menandai perayaan Idul Fitri, tapi event ini juga merupakan bentuk perdamaian dan rasa persatuan sekaligus menjadi potensi pariwisata Maluku.( BN-02)






