Ambon,Bedahnusantara.com:Untuk meningkatkan kreativitas para perupa,Taman Budaya Maluku melaksanakan eksebisi mural yang berlangsung di Taman Budaya Karangpanjang Ambon, 27 hingga 29 Oktober 2020.
Para perupa berekspresi membuat dekorasi dengan tema kemalukuan pada dinding panggung yang telah disediakan Taman Budaya Maluku.
Dari hasil pantauan media ini, para perupa menampilkan gambar perahu belang dengan gambar pala, tarian tifa perempuan Tanimbar dengan emas bulan di kepala juga terlihat di dekat penari cakalele dengan parang dan salawaku.
Dimana, dalam gambar juga terdapat simbol masyarakat adat di Pulau Seram dengan gambar talang matahari persis di tengah, bahkan ada orang tiup tahuri di dua sisi yang berbeda.
Kepala Taman Budaya Maluku Semmy Toisutta mengakui, pihaknya melaksanakan eksebisi mural untuk mengakomodir potensi para perupa.
“Kita tahu bahwa pertumbuhan seni rupa di Maluku cukup tapi, wadah ekspresi tidak banyak,” ujarnya kepada wartawan di Taman Budaya Provinsi Maluku, Kamis (29/10).
Selama melaksanakan aktifitas di Kota Ambon, kata dia, pihaknya tidak pernah menemukan para perupa melaksanakan aksi melukis pada sebuah kertas, dinding maupun tembok karena, sebuah lukisan dapat ditemukan dari hasil.pesanan.
“Kalau kita berjalan disepanjang jalan di Kota Ambon, kita mungkin tidak lihat ada perupa yang duduk untuk melukis foto karena itu, kita tidak pernah mendapatkan karya lukis mereka dari pemesanan,” paparnya.
Dia mengakui, atas kejadian ini, Taman Budaya Maluku membuat ruang untuk bisa mengisi medan yang luas dengan lukisan yang bermakna.
Selain itu lanjut dia, pihaknya memberi wadah kepada para perupa untuk melakukan lukisan dengan identitas motif Maluku.
“Kita harapkan para seniman perupa itu ada wadah dan dapat meningkatkan kreatifitas yang ada dengan hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Untuk diketahui para perupa yang berpartisipasi dalam eksebisi mural diantaranya, Rian Engko, Tessart Saiya, Ulpex, John Lakburlawal, Revelino Berry, Andy Ajax, Lodwijk Hahury, Michele Frans, Zico Puturuhu, Magaz Lekahena, dan Ezal Lessy.( BN-02)






