![]() |
| Barang Koleksi di Museum Siwalima Ambon |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Tdak benar koleksi museum Siwalima Ambon yang berupa 13 buah piring antik yang dititipkan oleh masyarakat Babar tahun 1997 kepada Kepala Museum bermarga Syauta diperjual-belikan.
Demikian penegasan Kepala Museum Siwalima Ambon Dra. Yean Saiya, M.Hum kepada Tribun-Maluku.Com di ruang kerjanya Jumat (19/9) pekan kemarin.
Menurutnya, ketika dirinya masuk di Museum dari tahun 1991 saat itu berada di bagian koleksi tidak pernah ada kepala Museum maupun staf yang bermarga Syauta dan juga tidak pernah diketahui adanya 13 piring antik yang bergambar Rusa, Naga maupun Ikan mas.
Kalaupun ada penitipan yang dilakukan pastinya ada berita acara dan selama ini pihaknya mendapat koleksi hanya dari Kementerian Kelautan, dan kalau selama ini ada yang menyerahkan/menitipkan barang-barang bersejarah di Museum pasti ada berita acara penyerahan, karena merupakan tanggung jawab Museum.
Karena keterbatasan ruang pameran pada Museum Siwalima maka sebagian barang koleksi tidak dapat dipasangkan ke ruang pameran tetapi disimpan di dalam gudang koleksi.
Sementara terkait dengan penjualan Tifa, menurutnya pihak Museum Siwalima tidak pernah memperjualbelikan Tifa koleksi Museum, tetapi Tifa yang pernah dijual adalah milik pegawai museum.
Diakuinya, Tifa pegawai Museum tersebut memang dijual kepada salah satu warga negara Jepang yang memiliki 2 buah Museum Tifa di Jepang dan tifa milik Museum saat ini masih ada sebagai barang koleksi Museum.
Dikatakan, pihaknya diatur oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, kalau semua benda yang dititipkan atau diberikan tidak bisa dijual karena menjadi aset negara, tetapi karena otonomi maka menjadi aset daerah
Saiya yakin kalau Informasi hilangnya koleksi barang Museum yang diperjualbelikan, pastinya ada pegawai yang tidak senang dengan kepemimpinannya sebagai Kepala Museum Siwalima Ambon (BN-01)
