Taman Budaya Maluku Gelar Workshop Seni Tari Tahun 2021

Maluku,Bedahnusantara.com:Taman Budaya Provinsi Maluku menggelar workshop seni tari tahun 2021,Workshop yang digelar di kantor Taman Budaya Maluku diikuti oleh 45 guru SMA, guru SMK dan sanggar seni serta menghadirkan nara sumber mantan Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku Semy Toisuta, Anathasya Titahena, S.Sn, Theodora Melsasaul,S.Pd Nelsano A. Latupeirissa, M.Sn yang berlangsung di lokasi kantor Taman Budaya Maluku, Rabu (24/11/2021).

AVvXsEhRr VlT8SAU2ydZew2LMzEUD Zu68EgViBMuEkPreZP202khOohe2m2bN2fX uQh8VMsfXCu69PwF24QtA90zofgmGnUerbx5bODAHv7MbuClZioCpKzAM8cCC3G4GF8VABs40VHRurvnxSugnXE5fXLaCeOHY5OQx79kIQiYBGeZCWUlKJAdNkowJw=w640 h376

Plh Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku Drs Reny Sopaheluwakan mengatakan,  selama kurang lebih 2 tahun Indonesia khususnya Kota Ambon dilanda pandemi Covid-19 menyebabkan setiap kegiatan dilaksanakan melalui Youtube.

” Setiap kegiatan dilaksanakan secara online karena, kami tidak bisa melibatkan masyarakat maupun peserta yang melampau aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.”ujarnya.

Dia mengakui, workshop seni tari tahun 2021 dilaksanakan dari tanggal 24 hingga 26 November dengan menghadirkan empat nara sumber. 

Sementara lanjut dia, para peserta workshop terdiri dari para guru pembina kesenian yang mengajar mata pelajaran seni budaya di SMA dan SMK sekota Ambon serta sejumlah sanggar seni yang ada di kota Ambon.

 “Selama 2 hari memperoleh materi dari nara sumber kemudian pada hari ketiga peserta mempraktekkan materi uang diperoleh dengan praktek satu hari,” paparnya.

Hasil workshop para peserta mempresentasikan 2 buah tarian yakni tarian batu badaong dan tarian romand bernuansa muda-mudi. Makanya Sopaheluwakan mengatakan harapan dari Tanan Budaya Provinsi Maluku dalam penyelenggaraan keguatan Workshop agar dapat memnerikan manfaat sebesar-besarnya bagi para guru di tingkat SMA maupun SMK. 

Dia mengakui, untuk seni tari saja Kota Ambon masih memiliki kekurangan dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) bahkan menurutnya Taman Budaya sendiri saja masih kurang.

“Tenaga tari yang dimiliki saat ini saja baru memiliki kualifikasi D3 sementara di tempat lain sudah memiliki sarjana khususuntuk tenaga pelatih tari. Karena itu, pihaknya juga sering mendatangkan tenaga pelatih yang telah berpengalaman di bidang tari untuk melatih para seniman tari yang datang ke Taman Budaya Provinsi Maluku,X” tandasnya.

Sementara itu ketua Panitia Workshop, Semy Kembauw dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku melalui Taman Budaya Provinsi Maluku sebagai Unit Pelaksana Teknis yang memiliki tugas, pokok dan fungsi melakukan pembinaan dan pengembangan kesenian sebagai unsur budaya di provinsi Maluku. 

“Kegiatan ini dirancang khusus untuk membina dan mengembangkan potensi seni yang dimiliki guru guru kesenian SMA/SMK khususnya pada bidang seni Tari panata Tari pada Sanggar/kelompok kesenian di Maluku khususnya kota Ambon,” tandasnya.(  BN-02 )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan