Ambon,Bedahnusantara.com:Taman Budaya Provinsi Maluku melaksanakan diskusi seniman tahun 2020 yang dilakukan menggunakan aplikasi daring.
Diskusi Seniman dengan tajuk Bermusik di Tengah Pandemi menghadirkan Ditektur Ambon Music Office (AMO) Ronny Lopies, Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi Maluku Rico Mataheri, produser Edeck Janjaan dan Beto Idol di Taman Budaya Provmal, Sabtu (04/07).
Kepala Kantor Taman Budaya Provmal Semy Toisuta mengatakan, diskusi seniman di tengah pandemi menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk menambah pengetahuan bagi para musisi yang mangalami dampak pandemi Covid-19.
“Setelah kita melakukan dialog secara daring semua daerah mulai mengikuti apa yang dilakukan Kantor Taman Budaya Provmal,” ujarnya.
Diiskusi ini dirancang Taman Budaya untuk mendukung Ambon sebagai Kota kreatif dunia berbasis musik.
“Kita sudah merancang kegiatan ini sebelumnya, dalam mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia,” paparnya.
Dia mengakui, Kota Ambon mendapat gelar kota kreatif berbasis musik tingkat dunia eksistensinya harus dipertahankan.
“Ada kriteria yang harus diukur UNESCO terus-menerus terhadap penghargaan Ambon sebagai Kota Kreatif, karena itu semua pihak harus mendukung apa yang telah kita peroleh,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, salah satu dokumen yang kita berikan dengan adanya diskusi seniman musik, dimana kita dapat meningkatkan atmosfer musik di Kota Ambon.
“Kita membangun ekosistim bermusik di Kota Ambon dalam konteks Ambon sebagai Kota musik dunia. Bukan soal atmosfernya atau dampaknya buat kehidupan berkelanjutannya seperti apa kita jawab kepada UNESCO,” terangnya.
Sementara itu, Direktur AMO Ronie Lopies manambahkan, Covid-19 mempunyai dampak yang besar terhadap masalah ekonomi, sosial dan lingkungan.
karena itu ada kaitan dengan para musisi.
“Musisi memiliki kaitan dengan masalah ekonomi dan sosial ditenga pandemi saat ini, karena itu AMO bertugas untuk mempertahankan ekosistem bermusik dan menjaga konsistensi dalam bermusik selama masa pandemi dalam rangka tukar menukar informasi untuk mempertahankan ekosistem musik,” katanya.( BN-02)






